Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Musim Nikah, Perajin Klangsah di Abiansemal Kebanjiran Pesanan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perajin klangsah (perlengkapan upacara-red) mengalami peningkatan permintaan karena hari baik atau musim pernikahan warga Bali seiring melandainya jumlah kasus Covid-19.
Seperti yang disampaikan perajin klangsah di Abiansemal, Badung, I Ketut Gatra. Ia menuturkan permintaan klangsah sebagian besar selain untuk upacara ngaben, juga dipesan untuk keperluan dekorasi dalam upacara pernikahan.
"Pesanan ramai dikarenakan, adanya orang menikah dan upacara pengabenan pada Februari sampai Agustus. Karena bulan-bulan tersebut merupakan musim kawin," katanya belum lama ini di Abiansemal.
Dia menjelaskan setidaknya untuk keperluan dekorasi dalam upacara pernikahan memerlukan hingga ratusan ikat klangsah.
"Kalau permintaan untuk dekorasi antara 50 ikat sampai 200 ikat Klangsah tergantung permintaan. Satu ikat klangsah berisi 10 lembar dengan harga per lembar Rp5 ribu," jelasnya.
Permintaan klangsah sampai saat ini datang hampir di seluruh Kabupaten di Bali
"Seperti di daerah Tabanan, Ubud, Denpasar bahkan dari daerah Singaraja," ujarnya.
Menurutnya, bahan baku klangsah terkadang sulit didapat saat musim penghujan. Maka itu, pekerjaan mengayam klangsah juga tergantung pada pengiriman bahan bakunya.
Gatra berharap kepada Pemerintah agar perhatian untuk rakyat maupun pelaku usaha kecil seperti dirinya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7906 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan