Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sembunyikan Lokasi Pejuang, Nang Remi Disiksa Tentara NICA
BERITABALI.COM, TABANAN.
Para veteran pejuang kemerdekaan Indonesia mempunyai berbagai kisah menarik saat bertempur melawan penjajah. Kisah seputar perjuangan kemerdekaan salah satunya diceritakan Nang Remi (Pak Remi) asal Banjar Annyar, Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Sejarah pejuang kemerdekaan di Bali ini diceritakannya kepada jurnalis beritabali.com pada 17 Agustus 2016 silam.
Saat itu, Nang Remi bersama sekitar 150 veteran pejuang kemerdekaan hadir di Gedung Mario Tabanan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Waktu zaman penjajahan Belanda di Bali sekitar tahun 1945-an, Nang Remi bertugas sebagai Kawal atau pengawal. Menurutnya, Kawal ini bertugas untuk melindungi para pejuang.
"Kalau Belanda datang mendekat, kita para Kawal melaporkan informasi itu kepada pejuang atau penyingkir," ujar Nang Remi yang pada waktu itu (2016) sudah berumur 80 tahun lebih.
Para pejuang waktu itu, ujar Nang Remi, mempunyai tempat perlindungan bawah tanah agar tidak terdeteksi oleh tentara Belanda.
Nang Remi mengaku pernah ditangkap dan disiksa tentara NICA (Netherlands India Civil Administration) Belanda. Dia dipaksa untuk menunjukkan lokasi persembunyian para Pejuang Indonesia.
"Saya diinjak-injak tentara NICA Belanda, mereka menanyakan di mana lokasi atau markas perjuang. Meski kepala dan badan saya diinjak-injak, saya tidak mau mengaku," ujar Nang Remi.
Sebagai seorang anggota Kawal para pejuang, dalam kesehariannya Nang Remi berpakaian seperti layaknya rakyat jelata. Meski sudah menyamar seperti rakyat jelata, namun Nang Remi mengaku sering hampir ditembak tentara NICA.
"Tentara NICA ganas-ganas, jika tidak memberi informasi atau mau mengakui lokasi pejuang, tangan kita diikat, kemudian dibawa ke tangsi militer NICA di Perean," kenangnya.
Nang Remi menuturkan, tentara NICA Belanda sebagian besar merupakan orang pribumi (Indonesia) dan berbahasa Indonesia. Tentara NICA juga dibantu beberapa orang Bali yang menjadi pembantu tentara NICA.
"Ada orang Bali waktu itu yang membantu tentara NICA, mereka juga dipersenjatai. Tapi mereka tidak berasal dari desa kami. Mereka juga bawa senjata api,"ujar Nang Remi yang menghabiskan masa tuanya di Banjar Anyar, Perean Kangin, Baturiti, Tabanan.
Waktu itu Nang Remi berpesan kepada generasi penerus, agar mengisi kemerdekaan dan hal-hal positif untuk kemajuan dan kejayaan Bangsa Indonesia.
"Perjuangan mengusir penjajah itu sangat berat, banyak sekali pejuang yang tewas di medan tempur untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan