Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Mayat di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Ditemukan Sejumlah Luka
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penemuan mayat perempuan di jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Sumbersari Desa Melaya Kecamatan Melaya Jembrana sudah ditangani Tim Inafis Satreskrim Polres Jembrana.
Dari pemeriksaan luar sementara oleh Tim Inafis dan dokter Puskesmas Melaya, mayat perempuan tersebut menggunakan baju warna biru gelap, memakai celana jeans warna biru, menggunakan jam tangan sebelah kiri dan tinggi sekitar 150 cm.
Kapolsek Melaya Kompol I Made Katon mengatakan, setelah menerima laporan penemuan mayat oleh warga, pihaknya langsung datang ke lokasi dan memasang garis polisi. Tim Inafis Satreskrim Polres Jembrana dengan tim Dokter dari Puskesmas Melaya melakukan pemeriksaan bagian luar mayat tersebut
"Hasil sementara olah TKP ditubuh korban ditemukan beberapa luka, seperti luka lebam di bagian wajah, luka gores pada bagian lengan kiri, dan luka pada bagian kaki," terang Made Katon.
Terkait dengan dugaan mayat korban merupakan korban penganiayaan, pihaknya belum bisa memastikan dan perlu pemeriksaan. Kapolsek menambahkan, mayat korban dibawa ke RSU Negara untuk dilakukan proses identifiKasi lebih lanjut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2399 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1932 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun