Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
31 UMKM Kuliner di Bali Diberi Pendampingan Bisnis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia terus mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sejumlah daerah sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkaitan dengan pola kemandirian berusaha.
Dukungan juga dilakukan melalui kegiatan edukasi, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan bisnis dan peningkatan kapasitas produksi pada UMKM di bidang retail, food service, dan produsen makanan-minuman.
Baca juga:
Begini Cara Hitung Pajak UMKM Versi Terbaru
Bekerja sama dengan Yayasan BEDO, konsep pengembangan bisnis kreatif menjadi tema yang diambil dalam proses pendampingan kepada 31 UMKM bidang kuliner di Bali. Mereka mendapatkan dasar-dasar konsep financial management seperti cara menghitung Harga Pokok Penjualan, pembukuan sederhana, juga kiat pengemasan produk yang menarik, hingga perluasan pemasaran melalui platform digital.
Hal jaminan keamanan produk juga menjadi perhatian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dari sisi kesehatan dan keamanan pangan.
Gde Wahyudhi SP, pelaku UMKM yang menyediakan berbagai kuliner tradisional mulai dari olahan ayam hingga seafood di Denpasar, Bali, meyakini bahwa melalui pendampingan serta pelatihan bisnis yang diikuti telah membawa dampak positif bagi usaha yang digelutinya.
“Semakin banyak kompetitor semakin membuat kami belajar untuk menciptakan sensasi rasa yang spesial untuk pelanggan setia kami,” ujar Yudhi.
Melalui brand Warung Sasti, Yudhi juga turut aktif mengikuti berbagai kegiatan festival maupun perlombaan kuliner demi mengeksplorasi cita rasa masakan yang otentik dan diminati konsumen. Hal ini dilakukan juga dalam rangka mengenalkan brand UMKM miliknya kepada publik agar lebih dikenal luas oleh semua segmentasi konsumen.
Partisipasi Warung Sasti dalam salah satu program pendampingan UMKM oleh CCEP Indonesia bertajuk ‘Medagang Kreatip”.
Regional Corporate Affairs Manager CCEP Indonesia Armytanti Hanum Kasmito mengatakan program pengembangan UMKM tersebut ditujukan untuk mengubah keterbatasan menjadi peluang bisnis. Di masa awal pandemi, aktivitas tatap muka dan kegiatan masyarakat terbatas.
“Dari sana, kami kemudian mendorong UMKM bisa memanfaatkan platform digital sebagai sarana memperluas pasar,” katanya.
Masalah khas UMKM dalam hal suplai dan standarisasi produk menjadi perhatian pemberdayaan berkelanjutan yang dilakukan oleh CCEP Indonesia dan Serabut Nusa melalui program UMKM Tangguh.
Dengan menyasar bisnis skala rumahan yang memiliki dampak positif pada lingkungannya, terus didukung dan dibukakan akses perbaikan dari berbagai sisi, baik dalam hal supply side maupun penyiapan akses distribusi dan inisiasi pemasaran lanjutannya (demand side).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4315 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1461 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 956 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 889 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 782 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun