Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Tegur Yasonna Soal Imigrasi: Kalau Perlu Ganti Dirjen
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sistem imigrasi saat ini diubah total karena dinilai 'bergaya lama' serta menghalangi investor dan wisatawan masuk.
Kepada jajaran menterinya, Jokowi mengatakan banyak investor dan turis yang menyampaikan keluhan kepadanya bahwa sangat sulit untuk mendapatkan izin tinggal di Indonesia.
Mereka mengeluhkan sistem imigrasi saat ini yang masih sangat mengatur dan mengontrol. Atas dasar itu, Jokowi meminta kalau perlu Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi--yang berada di bawah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly--diganti.
"Ini yang diubah total, harus. Yang seharusnya auranya adalah memudahkan dan melayani. Harus berubah total. Kalau perlu Dirjennya diganti, bawahnya diganti semua, biar ngerti kalau kita ingin berubah. Kalau kita ingin investasi datang, turis datang, harus diubah," ujarnya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Sekretaris Presiden pada Sabtu (10/9).
Terpisah, Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menuturkan setidaknya ada tiga permasalahan yang dihadapi oleh Imigrasi saat ini, yakni pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), pengurusan Visa on Arrival (VoA), dan Bebas Visa RI yang masih belum timbal balik.
Seleksi Dirjen Imigrasi
Di satu sisi, sebagai informasi, pada akhir Juli 2022, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membuka seleksi terbuka untuk jabatan Dirjen Imigrasi yang dapat diikuti oleh seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) pusat maupun daerah, prajurit TNI, serta anggota Polri.
Pengumuman seleksi dengan Nomor SEK-KP.03.03-573 ditandatangani oleh Sekjen Kemenkumham Komjen Pol. Andap Budhi Revianto dan dapat dilihat pada laman kemenkumham.go.id.
Sebanyak 10 peserta dengan berbagai macam latar belakang telah lulus seleksi administrasi. Mereka juga telah mengikuti seleksi kompetensi bidang (penulisan makalah) dan seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural (asesmen). Tahapan seleksi selanjutnya adalah wawancara.
Para peserta dimaksud yaitu:
- Dicky Fabrian (ASN dari Kementerian Luar Negeri).
- Jamaruli Manihuruk (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum pada Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM).
- Masyhudi (ASN dari Kejaksaan).
- Julexi Tambayong (TNI AU).
- Maulana
- Ratna Pristiana Mulya (Direktur Intelijen Keimigrasian).
- Widodo Ekatjahjana (Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Imigrasi sekaligus Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kemenkumham).
- Hermansyah Siregar (Kepala Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenkumham).
- Lucky Agung Binarto (Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM bidang Ekonomi).
- Eddy Hartono (Widyaiswara di Lembaga Diklat Polri).
(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan