Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Suhu Terpanas di Prancis Kembali Cetak Rekor
BERITABALI.COM, DUNIA.
Prancis mencatat rekor suhu terpanas untuk September, terutama di barat daya. Kondisi itu terjadi di tengah gelombang panas yang naik dari Maroko.
Dilansir dari AFP, Selasa (13/9), Badan Cuaca Prancis Meteo France mencatat suhu mencapai 39,1 derajat Celsius (102,4 derajat Fahrenheit) di Mont-de-Marsan di Landes, Prancis barat daya dan 39 derajat Celsius di Dax terdekat.
Ibu kota regional Bordeaux mencatat suhu mencapai 37,5 derajat Celsius atau melampaui angka tertinggi September sebelumnya, 37 derajat Celsius, pada 1987.
Sementara itu, Tarbes di wilayah Pyrenees mencatat suhu tertinggi 37,2 derajat Celsius atau lebih dari satu derajat di atas 35,8 derajat Celsius yang terlihat pada 1964. Kota Pau juga mencatat suhu tertinggi 38,9 derajat Celsius atau 36,3 derajat Celsius yang terlihat pada 1970.
Bahkan, sekitar 600 kilometer (370 mil) lebih jauh ke utara, di Nantes, suhu hampir mencapai 35,1 derajat Celcius, yang belum pernah terjadi di daerah itu pada September.
Seorang peramal cuaca Meteo-Prancis mengungkapkan suhu panas itu tak lepas dari udara panas yang datang dari Maroko dan didorong oleh depresi, topan pasca-tropis Danielle, saat ini dari pantai Portugal.
Prancis mengalami tiga gelombang panas antara Juni dan Agustus, akibat depresi udara di Samudra Atlantik. Sejumlah ilmuwan meyakini fenomena tersebut terjadi salah satunya karena faktor perubahan iklim.
Musim panas ini adalah rekor terpanas kedua di Prancis dengan suhu rata-rata 2,3 derajat Celsius di atas normal, serangkaian kebakaran hutan skala besar yang merusak sebagian besar barat daya dan kekeringan yang meluas serta beberapa badai parah.
Media lokal melaporkan kebakaran hutan besar lainnya berkobar awal pekan ini di Saumos, pinggiran barat Bordeaux, ketika petugas pemadam kebakaran melaporkan evakuasi sekitar 200 orang lokal sebagai tindakan pencegahan.
Petugas pemadam melaporkan kobaran api telah menghanguskan sekitar 350 hektar (870 hektar) di wilayah yang lebih dari 30 ribu hektar terbakar selama beberapa bulan terakhir.
Peramal cuaca mengatakan berbeda dengan musim panas, cuaca panas saat ini tidak akan bertahan lama, dengan penurunan suhu mulai dari pertengahan minggu. Namun, tetap di atas 30 derajal Celsius pada Selasa sebelum kembali normal pada akhir pekan.
Meteo-France menambahkan di beberapa daerah, termasuk lembah Rhone yang lebih rendah, kemungkinan akan mengalami hujan lebat dan badai hebat yang berselang-seling.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun