Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Dilarang Sembayang ke Pura, Mahasiswi Tewas Gantung Diri
BERITABALI.COM, NTB.
Gara-gara dilarang ikut sembahyang ke Pura dan ditugaskan jaga rumah, NP (22 tahun) mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat gantung diri di pintu kayu kamar rumahnya.
Korban ditemukan oleh IKA (28 tahun) kakaknya, tergantung menggunakan selendang warna merah di kayu pintu kamar di Jalan Miru Nomor 21 Lingkungan Karang Jangu Kelurahan Sapta Marga Kecamatan Cakranegara Mataram, Sabtu (10/9) pukul 19.30 WITA.
Kapolsek Sandubaya, Kompol Moh Nasrullah menjelaskan kronologi kejadian. Korban sempat meminta izin ibunya inisial NLSA (60 tahun) untuk ikut pergi sembayang ke Puta Datar bersama keluarga.
Namun ibu korban ini melarang NP ikut berangkat ke pura. Ia diminta menjaga rumah, sedangkan keluarga lain berangkat bersembayang.
"Ibu korban menyuruh untuk menjaga rumah, selanjutnya di tinggal pergi oleh ibu dan kakaknya," tutur Nasrullah, dihubungi via WhatsApp, Senin (12/9).
Tetapi saat kakak korban pulang, menurut Nasrullah, ia langsung kaget dengan penemuan tubuh NP yang sudah lemas tergantung. Kebetulan pula, IKA ini pulang duluan meninggalkan keluarga lain yang masih bersembayang di pura.
Saat itu pula, IKA langsung menurunkan tubuh adiknya tersebut seorang diri. Selanjutnya menelepon meminta bantuan keluarga lain guna membawa korban ke Rumah Sakit Risa Sentra Medika Mataram. Tetapi korban sudah tidak bisa diselamatkan tim medis.
Polsek Sandubaya yang mendapat laporan tersebut segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya meminta keterangan saksi dan meminta untuk dilakukannya otopsi terhadap jenazah korban, namun pihak keluarga menolak.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya tidak memiliki masalah apa pun. Baik masalah keluarga maupun masalah pribadi.
"Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas atas kematian korban dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Dan keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi," tandas Kapolsek Kompol Nasrullah.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7732 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan