Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tabanan, Mulut Keluar Busa
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan dalam kamar kos di Banjar Anyar, Kediri pada Rabu, (14/9) sekitar pukul 08.00 WITA. Saat ditemukan korban menggunakan baju biru navi, rambut sebahu dan tinggi badan sekitar 165 centimeter.
Tepat kos yang dimiliki oleh I Wayan Suastika Adi di Gang Pudak, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri ini sempat gempar karena peristiwa ini. Sementara itu, Pihak Polsek Kediri masih melakukan penelusuran terkait identitas pasti korban.
“Anggota masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Kediri Kompol I Kadek Ardika Rabu, (14/9).
Pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim inafis Polres Tabanan, dari mulut dan hidung korban keluar buih. Juga tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.
“Jenazah korban sudah dititip di BRSUD Tabanan,” katanya Ardika.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, jika pemilik kos tidak mengetahui persis siapa korban tersebut. Korban diketahui kerap kali berpindah kost.
Selain itu, telepon genggam korban yang ditemukan di lokasi menggunakan aplikasi pengaman sehingga menyulitkan petugas untuk mengakses informasi terkait data korban yang diperkirakan berusia sekitar 40-an tahun ini.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4467 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2259 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1015 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 952 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun