Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Peralihan Musim, Waspada Cuaca Ekstrem di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebagian wilayah di Bali telah memasuki masa peralihan musim dimana cenderung akan terjadi fenomena cuaca ekstrem.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah III Denpasar, I Gede Agus Mahendra mengatakan kondisi tersebut disebabkan indeks El Nino-Southern Oscillation atau ENSO pada bulan September 2022 sebesar -1.07 yang menunjukan La Nina Moderat dan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukan IOD negatif.
Hal inilah yang menyebabkan peningkatan signifikan hujan harian di wilayah Indonesia. Turunnya hujan akan dibarengi dengan peningkatan kecepatan angin di sebagian besar wilayah Bali.
Kondisi tersebut disebabkan karena, indek IOD negatif memicu peningkatan konveksi di indonesia yang mana hal ini dapat memicu terbntuknya awan-awan konvektif, dengan adanya banyak awan konvektif berpeluang terjadinya bencana hidrometeorologi.
"Kondisi tersebut terbilang masih normal, mengingat sudah memasuki masa peralihan musim", katanya, Senin (19/9) di Badung.
Dirinya mengimbau, masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir. Diharapkan juga agar senantiasa selalu memperbarui informasi cuaca untuk terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun