Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Peralihan Musim, Waspada Cuaca Ekstrem di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebagian wilayah di Bali telah memasuki masa peralihan musim dimana cenderung akan terjadi fenomena cuaca ekstrem.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah III Denpasar, I Gede Agus Mahendra mengatakan kondisi tersebut disebabkan indeks El Nino-Southern Oscillation atau ENSO pada bulan September 2022 sebesar -1.07 yang menunjukan La Nina Moderat dan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukan IOD negatif.
Hal inilah yang menyebabkan peningkatan signifikan hujan harian di wilayah Indonesia. Turunnya hujan akan dibarengi dengan peningkatan kecepatan angin di sebagian besar wilayah Bali.
Kondisi tersebut disebabkan karena, indek IOD negatif memicu peningkatan konveksi di indonesia yang mana hal ini dapat memicu terbntuknya awan-awan konvektif, dengan adanya banyak awan konvektif berpeluang terjadinya bencana hidrometeorologi.
"Kondisi tersebut terbilang masih normal, mengingat sudah memasuki masa peralihan musim", katanya, Senin (19/9) di Badung.
Dirinya mengimbau, masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kilat atau petir. Diharapkan juga agar senantiasa selalu memperbarui informasi cuaca untuk terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan