Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Tips Dokter Bagi Pelari Maraton Pemula Agar Tidak Cedera
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bagi penggemar olahraga lari, maraton jadi salah satu pencapaian. Tapi bagi pelari maraton pemula yang baru melakukannya, bisa jadi tantangan besar.
Sebelum mengikuti maraton, pelari disyaratkan minimal sudah berlari sejak 1 tahun, mampu lari 24 hingga 40 kilometer per minggu, pernah mengikuti kompetisi lari 5 kilometer, 10 kilometer, atau 21 kilometer dan sudah berlatih minimal 18 minggu.
"Mengingat maraton merupakan tantangan berat, maka sangatlah penting untuk memastikan bahwa Anda telah siap, baik secara fisik maupun mental," ujar Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Sport Medicine Injury Recovery Center, RS Pondok Indah, dr. Grace Joselini Corlesa, melalui keterangan yang diterima.
Berikut ini 6 cara mengikuti lari maraton untuk pemula, menurut dr. Grace sebagai berikut:
1. Medical Check-up
Pastikan Anda sudah memeriksakan kondisi kesehatan sebelum memulai olahraga apapun, terutama kondisi kesehatan jantung.
Disarankan segera konsultasi ke dokter bila mengalami nyeri dada, sesak napas, atau kelelahan berlebihan saat berolahraga. Tiba-tiba pingsan atau pusing hingga kehilangan keseimbangan, dan tekanan darah tinggi.
2. Rencana Latihan Maraton
Pelari pemula dapat memulai di hari libur sejauh 5 hingga 8 kilometer. Sementara pelari yang sudah tingkat lanjut dapat memulai 9 hingga 12 kilometer yang dikombinasikan dengan latihan kecepatan.
Sebagian besar rencana latihan mencakup empat sampai lima sesi latihan setiap minggunya, termasuk satu latihan lari di akhir pekan dengan jarak yang lebih jauh.
Dimulai sekitar 9 kilometer dan kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga 32 kilometer dalam beberapa minggu sebelum maraton.
3. Atur Kecepatan Langkah (Pace)
Salah satu tantangan dalam maraton adalah menyesuaikan seberapa jauh dan cepat Anda harus berlari. Berlari dengan jarak yang lebih jauh dalam seminggu memang lebih mempersiapkan Anda untuk berlari maraton, tetapi juga meningkatkan risiko cedera.
Jika ini merupakan persiapan perdana maraton Anda, maka disarankan untuk memulai dengan jarak mingguan yang lebih pendek.
4. Sepatu yang Sesuai
Perlu ketahui saat berlari pelari yang memiliki bentuk telapak kaki high arch membutuhkan jenis sepatu neutral-stability.
Baca juga:
10 Cara Mengatasi Perut Buncit dengan Mudah
Pelari yang memiliki bentuk telapak kaki medium arch membutuhkan jenis sepatu stability. Pelari yang memiliki bentuk telapak kaki low arch membutuhkan jenis sepatu high-stability atau motion control.
Pelari yang memiliki bobot tubuh yang lebih besar membutuhkan sepatu lari dengan bantalan ekstra untuk mengurangi pembebanan berlebih pada tulang dan sendi.
Setelah Anda menemukan sepatu yang tepat, gunakan sebagai awalan untuk lari dengan jarak yang lebih pendek. Idealnya sepatu diganti setelah 400 kilometer atau sekitar 3 hingga 6 bulan.
5. Istirahat
Istirahat merupakan bagian dari program latihan. Pastikan setidaknya ada satu hari dalam seminggu untuk beristirahat. Istirahat merupakan faktor penting dalam pemulihan setelah latihan.
Tidur adalah salah satu bentuk istirahat, yang pada orang dewasa umumnya dibutuhkan sekitar 6 hingga 8 jam, dan 10 jam pada atlet. Penelitian menyatakan tidur kurang dari 7 jam di malam hari dapat meningkatkan risiko cedera hingga 2 kali lipat.
6. Asupan Cairan dan Nutrisi
Saat berlari, pastikan asupan cairan Anda terpenuhi dengan baik. Asupan cairan idealnya didapatkan sebelum, saat, dan sesudah berlari. Saat berlari dengan jarak pendek dan kurang dari 1 jam, air putih biasa sudah cukup.
Namun, apabila berlari melebihi 1 jam dan jarak yang cukup jauh, maka dibutuhkan minuman yang mengandung elektrolit untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang terbuang saat berkeringat, terutama saat cuaca panas dan lembap.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan