Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pengacara Bantah Sambo Punya Bekingan Kakak Asuh di Polri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis membantah kliennya memiliki sosok Kakak Asuh yang membantu meringankan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
"Kami tim kuasa hukum membantah hal tersebut karena tidak jelas apa dan siapa yang dimaksud dengan sosok kakak asuh," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Kamis (22/9).
Arman juga menepis apabila kenaikan pangkat dan karir yang dialami kliennya disebabkan oleh adanya sosok kakak asuh di belakang Sambo. Menurutnya, semua itu didapatkan Sambo lewat prestasi dan kinerjanya sebagai anggota Polri.
Selain itu, ia menegaskan keputusan kenaikan pangkat merupakan kewenangan Kapolri dan sudah pasti lewat pertimbangan yang matang.
"Terhadap penilaian kenaikan pangkat yang lebih cepat dari klien kami, pasti sudah dipertimbangkan dengan baik dan matang oleh pimpinan Polri berdasarkan prestasi dan kinerja," tuturnya.
Arman juga mengaku enggan merespons isu liar tersebut lebih jauh lagi. Pasalnya ia menilai hal tersebut tidak berhubungan dengan perkara yang sedang dialami kliennya.
"Kami tidak memberikan tanggapan lebih lanjut karena tidak berhubungan dengan perkara yang kami tangani, terima kasih," pungkasnya.
Karier moncer Sambo di kepolisian sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik. Eks penasihat Kapolri, Muradi menduga ada sosok kakak asuh yang berperan dibaik kiprah Sambo.
Kendati demikian, Muradi tak menyebut secara gamblang identitas kakak asuh Sambo yang dimaksud. Dia hanya mengatakan kakak asuh itu memberikan jabatan Kadiv Propam kepada Sambo pada 2019 lalu.
Sementara saat ini, Muradi mengatakan, sosok tersebut tengah berupaya membantu Sambo agar mendapatkan vonis ringan di kasus pembunuhan Brigadir J.
"Dia punya kakak asuh yang sudah pensiun yang ngasih jabatan Kadiv Propam. Karier Sambo melejit kan dari senior itu," kata Muradi kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/9).
"Harus didalami oleh timsus dan Bareskrim supaya proses pengadilan Sambo jadi bisa lancar," kata Muradi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan