Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
2 Buruh Proyek Ciputra Land Tenggelam di Pantai Bayu Tampih
BERITABALI.COM, TABANAN.
Dua orang buruh proyek di Ciputra Land terseret ombak di Pantai Batu Tampih pada Minggu, (25/9) sekitar Pukul 18.00 WITA. Satu orang berhasil diselamatkan. Sementara seorang lagi masih belum ditemukan.
Dua orang buruh proyek ini adalah, Rizky, 21 tahun hilang belum ditemukan dan Hutsi, 20 tahun. Saat ini Hutsi telah dapatkan pertolongan di RS Wisma Prasanthi, Tabanan.
Kasat Binmas Polres Tabanan AKP I Nengah Widia saat ditemui di rumah sakit mengatakan, dua orang buruh proyek ini terseret sampai ke tengah laut. Diselamatkan oleh dua orang nelayan di Pantai Yeh Gangga.
"Karena posisi sudah di tengah laut, akhirnya dievakuasi dengan jukung," ujarnya.
Namun nahas, hanya seorang yang berhasil diselamatkan. Satu orang lagi masih hilang. AKP Widia yang juga berasal dari Yeh Gangga dimintai tolong oleh masyarakat untuk mengevakuasi korban selamat ke rumah sakit.
"Jika dilihat dari kondisi korban selamat, sepertinya tergulung ombak cukup lama hingga lemas," ujarnya.
Sementara itu, korban selamat Rizky saat ditemui di RS Wisma Prasanthi masih dalam kondisi lemas. Korban masih dipasangi alat bantu pernapasan dan infus.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2949 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun