Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 12 Agustus 2026
7 Saksi Diperiksa Terkait Ledakan di Asrama Polisi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polda Jawa Tengah (Jateng) memeriksa tujuh orang saksi terkait insiden ledakan yang terjadi di Asrama Polisi Grogol Indah, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (25/9) malam.
Baca juga:
Kuasa Hukum Beberkan Penyakit Lukas Enembe
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi mengatakan ketujuh orang yang diperiksa tersebut diantaranya merupakan pengirim dan penerima paket bubuk mercon, serta anggota sat intelkam Polresta Surakarta.
Diketahui, Polda Jateng mengatakan ledakan yang terjadi di Asrama Polisi Sukoharjo itu berasal dari paket bubuk mercon yang dipesan dari sebuah CV di Indramayu, Jawa Barat, untuk mengusir tikus di Klaten, Jawa Tengah, pada April 2021 lalu.
"Dari pihak penerima membenarkan pernah memesan paket sebanyak dua kali. Sedangkan dari anggota satintelkam Polresta Surakarta membenarkan telah melakukan operasi pengamanan barang bukti," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (26/9).
Lutfhi memastikan apabila ledakan yang terjadi tersebut tidak terkait dengan aksi terorisme apapun. Ia menyebut paket bahan petasan yang menyebabkan ledakan juga sudah diurai oleh tim Penjinak Bom Gegana.
Sementara itu, kata dia, sejumlah sampel penyebab insiden ledakan juga telah disimpan sebagai barang bukti.
"Paket yang diamankan anggota kemudian diurai tim Jibom, kemudian kita dapati ada uceng, sumbu petasan," tuturnya.
"Barang bukti petasan yang kita sisihkan ada enam kantong. Dua kantong sisihkan untuk barang bukti, yang empat kita disposal tadi malam," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengaku pihaknya masih mendalami ihwal perpindahan paket hasil razia tersebut hingga akhirnya meledak di Asrama Polisi Sukoharjo. Luthfi mengatakan pihaknya masih terus mengusut kejadian tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
Kendati demikian, dirinya tak menampik adanya kemungkinan paket hasil razia tersebut dibawa pulang oleh Bripka Dirgantara Pradipta ke rumahnya.
"Apakah itu ada unsur lalainya apakah anggota salah prosedur dan sebagainya setelah anggota dilakukan pemeriksaan, karena yang bersangkutan masih sakit," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4497 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2307 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1911 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1583 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1030 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun