Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Sarjana Pertanian Sudah Saatnya Bangun Usaha Pertanian
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Sarjana Pertanian didorong untuk mampu mengembangkan diri dan mampu membangun usaha pertanian. Jangan sampai setelah menjadi sarjana justru beralih ke pekerjaan lain.
"Ubah pola pikir, jangan hanya mencari zona nyaman. Berikan kontribusi pada petani untuk membangun pertanian. Kembangkan ilmu yang dimiliki," kata pendamping teknis CV. Darmapuri Agro Semesta I Ketut Darmawan, yang didampingi direkturnya, Gusti Made Arya, SP, saat menerima peserta magang Program Wirausaha Merdeka dari Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa pada Jumat (30/9).
Menurutnya, citra bekerja sebagai petani adalah kotor dan penghasilan kecil harus dikikis. Bertani adalah sebuah usaha penyediaan pangan yang selalu dibutuhkan, apalagi jika mampu menjadi seorang agropreneur.
Darmawan mengakui citra negatif petani telah menyebabkan generasi muda enggan untuk bekerja dan berusaha di sektor pertanian. Citra negatif ini yang harus dilawan dengan menjadi agropreneur.
"Calon sarjana pertanian kedepan harus mampu menjadi wirausaha hebat. Buktikan bahwa anda mampu membawa perubahan," ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan tantangannya saat ini para sarjana pertanian harus mampu berinovasi. Selain berinovasi juga memiliki komitmen untuk menularkan inovasi yang dilakukan kepada petani.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7920 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan