Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Bos BI: Kita Sekarang Sedang Hadapi Kekacauan Global
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ada tiga hal yang harus dilakukan dalam melakukan transformasi ekonomi. Pertama, mengubah ukuran kemajuan ekonomi yang bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan, namun mengubah ukuran kemajuan ekonomi dengan melakukan industrialisasi.
Kedua, transformasi ekonomi harus dilakukan tanpa harus merusak lingkungan. Keseimbangan ekonomi dan lingkungan, menurut Perry harus beriringan.
"Kemajuan ekonomi tidak bisa hanya mengukur seberapa besar pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang maju, tapi bagaimana optimalisasi pertumbuhan PDB dengan menjaga kelestarian lingkungan, yang disebut ekonomi hijau," jelas Perry dalam rangkaian kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Tahun 2022, Rabu (5/10/2022).
Transformasi ekonomi ketiga adalah pemerataan distribusi komoditas, terutama energi dan pangan. Pertumbuhan ekonomi juga harus merata.
Menurut Perry, saat ini ekonomi bergerak tidak hanya bisa mengandalkan mekanisme pasar, karena memiliki batasan.
"Lihat lah dunia, kita sekarang sedang menghadapi kekacauan global, stagflasi, inflasi yang sangat tinggi. Karena komoditas energi dan pangan tidak didistribusikan secara merata di seluruh dunia," jelas Perry.
Baca juga:
BI Was-Was Resesi Global Kembali Hantam Bali
Selama 2,5 tahun dunia dilanda pandemi, menurut Perry itu merupakan tonggak awal peradaban manusia untuk memasuki era 'new normal' atau kebiasaan normal baru. Semua aktivitas menjadi lebih efisien dan produktif lewat digitalisasi.
"Pesan saya, hentikan apa yang menjadi kebiasaan atau perilaku kita sebelum Covid, hentikan itu. Kita sedang dilatih oleh Tuhan apapun agama yang kita anut selama hampir 3 tahun menuju new normal," tuturnya.
"Kita sekarang sedang mengubah diri kita, mengubah pemikiran, pemikiran, pemikiran konseptual, serta kebijakan kita ke normal baru pembangunan ekonomi yang mencapai kemajuan ekonomi dengan inklusif hijau dan digital," kata Perry lagi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2048 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun