Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Belum Seminggu Tragedi Kanjuruhan, Suporter di Argentina Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa disinyalir akibat gas air mata yang ditembakkan polisi. Kejadian serupa terjadi di Argentina yang mengakibatkan nyawa seorang suporter bola melayang.
Hal tersebut terjadi dalam pertandingan Gimnasia vs Boca Juniors di Liga Argentina yang terpaksa dihentikan akibat bentrok polisi dan suporter di luar Stadion Juan Carmello Zerillo, La Plata pada Jumat (7/10/2022). Padahal permainan baru berjalan 9 menit.
Dalam insiden itu polisi dan suporter terlibat bentrok, namun belum diketahui pasti pemicunya. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk memukul mundur suporter.
Akibat kejadian ini ada satu penton yang tewas karena serangan jantung ketika dibawa dari stadion menuju rumah sakit. Simak fakta-fakta tembakan gas air mata ke suporter di Argentina berikut ini.
Kronologi Kejadian
Kejadian ini bermula saat kerusuhan terjadi di luar Estadio Juan Carmelo Zerillo yang merupakan markas Gimnasia La Plata. Diberitakan bahwa suporter Gimnasia memaksa masuk ke stadion yang sudah penuh sesak.
Polisi lalu menembakkan gas air mata sehingga pertandingan dihentikan pada menit kesembilan karena situasi yang tak lagi kondusif. Bukan hanya gas air mata, polisi juga menembakkan peluru karet untuk memaksa suporter mundur.
Hingga akhirnya pertandingan Gimnasia vs Boca Juniors ditunda. Belum diketahui pasti kapan laga pekan ke-23 Liga Argentina ini akan kembali dilanjutkan.
Satu Orang Tewas
Insiden tersebut mengakibatkan nyawa satu orang suporter melayang. Hal ini diungkap oleh Kepala Keamanan Provinsi Buenos Aires, Sergio Berni yang menyatakan satu orang meninggal dunia akibat bentrokan tersebut.
Korban itu menghembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit. "Sayangnya ada orang meninggal. Ia meninggal karena masalah jantung saat di bawa ke rumah sakit," kata Sergio Berni.
Ketika polisi menembakkan gas air mata, pemain dan suporter menutupi wajah mereka. Lalu mereka berlari ke lapangan untuk mencari jalan keluar stadion.
Dikutuk AFA
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengutuk insiden yang terjadi di Stadion Juan Carmello Zerillo. Mereka mengatakan insiden semacam ini telah menodai sepak bola.
"AFA sangat menolak peristiwa yang terjadi hari ini di sekitar stadion Gimnasia, menyatakan komitmen untuk terus berupaya memberantas insiden semacam ini yang menodai semangat sepak bola," kata AFA.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan