Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Budidaya Ulat Maggot Jadi Peluang Baru untuk Pakan Ternak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Peluang usaha baru terbuka lebar. TPS3R Desa Sayan Kecamatan Ubud yang memproduksi sampah kini juga mengembangkan budidaya ulat maggot. Permintaan akan ulat untuk pakan ternak amat tinggi.
Pengurus TPS3R Sayan, I Made Sukadana menyatakan sampah yang terkumpul mencapai 1 ton. Ketika dipilah, menghasilkan 200 kg organik. Dari organik ini kembali dipilah untuk budidaya maggot.
Permintaan seminggu mencapai 40 kilogram. Pesanan itu diambil untuk pakan ikan. Namun panen magoot yang dibudidayakan baru bisa menghasilkan 10 kilogram seminggu.
“Orang dari Penestanan minta untuk pakan ikan 40 kilo perminggu,” ujarnya.
Kendala selama ini dalam perkembangbiakan magot adalah untuk pulpa atau telor lalat buah. Telor lalat buah ini yang akan menghasilkan magoot. Telur lalat ini harus dirawat, karena jika bertemu dengan lalat bangkai, telur lalat ini akan gagal menetas.
“Biasanya kita jual Rp 10 ribu perkilogram. Biasanya digunakan mancing. Untuk telur lalat kita beli,” ungkapnya.
Magoot digemari masyarakat karena lebih murah dan bergizi. “Kalau pakai umpan pancing magoot ini masih hidup dia, sehingga lebih cepat menarik ikan,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8306 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5738 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3585 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2427 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar