Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kecelakaan Balon Udara di Cappadocia Tewaskan Dua Turis
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa dua turis asal Spanyol tewas dalam kecelakaan balon udara di Cappadocia, Turki, sementara tiga orang lainnya terluka dalam insiden itu.
Berdasarkan informasi yang dirilis oleh kantor gubernur setempat, kecelakaan itu terjadi pada Selasa (18/10) ketika balon udara yang para turis tumpangi mendarat dengan keras di daerah di wilayah tengah Turki tersebut.
Balon udara itu berangkat dari distrik Avanos saat matahari terbit, kata gubernur provinsi Nevsehir.
"Selama pendaratan balon, yang membawa 28 penumpang dan dua anggota kru, dua warga negara Spanyol tewas, sedangkan tiga orang lainnya dari negara yang sama mengalami luka," katanya melalui sebuah pernyataan.
"Korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit di kota kami, dan kondisinya tidak mengancam nyawa," tulisnya.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa, menurut perkiraan awal, kecelakaan itu disebabkan oleh kecepatan angin yang meningkat secara tak terduga.
Terbang bersama balon udara menjadi salah satu kegiatan paling populer di wilayah Cappadocia, di mana orang-orang dapat merasakan terbang di atas bukit-bukit dan formasi bebatuan yang disebut "cerobong peri". [Antara]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2955 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun