Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Etilen Glikol Butil Ether Diduga Sebabkan Gagal Ginjal Akut
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Hasil penyelidikan atas zat berbahaya pada obat sirup yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut pada anak sudah dirilis. Hasilnya, Kemenkes mengungkapkan tiga zat berbahaya salah satunya etilen glikol butil ether. Berikut informasi tentang etilen glikol butil ether: penjelasan, fungsi dan bahayanya.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut masing-masing tiga zat berbahaya itu adalah etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE).
Tiga zat tersebut seharusnya tak masuk dalam kandungan obat sirup, dan jika ada, kadarnya harus sangat rendah sehingga tak meracuni tubuh. Sebenarnya, seberapa berbahaya zat tersebut dan apa fungsinya? Mari kita simak penjelasan salah satunya, yaitu ethylene glycol butyl ether (EGBE).
Mengenal Etilen Glikol Butil Ether
EGBE berbentuk cairan bening dan mudah terbakar dengan bau yang ringan dan diproduksi dengan mereaksikan etilen oksida dan butanol normal (n-butanol) menggunakan katalis.
Laman Science Direct menulis jika rasio etilen oksida terhadap n-butanol lebih besar dari satu maka monoeter di- dan trietilen glikol diproduksi bersama dengan EGBE.
Sementara itu Samchem Prasandha menyebut etilen glikol butil ether mampu larut dalam air dan bisa bercampur dengan minyak mineral bahkan sabun sehingga sering digunakan untuk produk industri maupun rumah tangga.
EGBE paling sering digunakan dalam produk pembersih, tinta, cat dan pelapis. Salah satu dampaknya bagi kesehatan adalah gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala dan mual.
Jika seseorang menelan zat kimia ini, kemungkinan akan terjadi iritasi pada saluran pencernaan dengan gejala seperti mual, muntah dan diare. Dalam tahap yang lebih serius dikatakan bisa memicu keracunan sistemik dengan gejala yang paralel dan gejala inhalasi.
Bahkan, seseorang yang terpapar dalam jangka waktu lama dan berulang bisa menyebabkan kerusakan pada hati, sistem limfoid, darah dan ginjal. Poin terakhir ini yang sedang menjadi fokus pemerintah karena angka kasusnya tinggi di Indonesia.
Gagal ginjal akut adalah kondisi di mana ginjal tidak lagi mampu membuang zat beracun dan cairan berlebih dari dalam tubuh. Perannya juga tak bisa menyeimbangkan air dan elektrolit dengan optimal. Sedangkan pada umumnya, ginjal berfungi untuk menyaring kotoran dalam tubuh dan membuangnya melalui air kencing.
Meski begitu Kepala Biro Komunikasi Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkap tiga zat kimia ini sering ditemukan dalam obat sirup sebagai pelarut, dan umumnya tak berbahaya dan tidak menyebabkan gagal ginjal akut.
Demikian penjelasan dan informasi tentang etilen glikol butil ether: penjelasan, fungsi dan bahayanya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk lebih waspada.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1982 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun