Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Banyupinaruh, Pantai Jasri Dipadati Warga untuk Melukat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah pantai di Karangasem, pagi ini, Minggu (23/10/2022) mendadak ramai dikunjungi warga khususnya umat hindu.
Sudah menjadi agenda rutin, sehari setelah perayaan hari raya Sarawati atau disebut juga Banyupinaruh, warga akan datang ke pantai atau ke sumber mata air tertentu untuk melaksanakan pembersihan diri atau melukat.
Seperti pantauan di kawasan Pantai Jasri Karangasem, sejak pukul 06.00 WITA pagi ini, puluhan bahkan hingga ratusan orang warga dari berbagai wilayah terlihat datang silih berganti untuk melaksanakan pembersihan diri (melukat).
"Memang sudah direncanakan, saat Banyupinaruh saya bersama keluarga akan datang ke pantai jasri untuk melukat, kebetulan juga pas hari libur jadi sekalian jalan - jalan," kata Komang Putra salah seorang pengunjung di Pantai Jasri.
Sementara itu, Pantai Jasri diketahui merupakan salah satu pantai favorit yang selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk melaksanakan Banyupinaruh yang datang setiap enam bulan sekali tepat sehari setelah hari raya Saraswati. Selain Pantai jasri, ada juga beberapa pantai lainnya yang biasanya ramai di kunjungi diantaranya seperti pantai virgin beach, Pantai Padangbai dan Pantai Amed.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4398 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1734 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1493 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 979 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 912 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun