Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pemotor di Gianyar Tewas Ditutupi Kain, Warga Haturkan Uang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pesepeda motor Supra, Gusti Ngurah Sutrisna dan pesepeda motor Tiger, terlibat kecelakaan lalu lintas pada Minggu (23/10) sekira pukul 21.20 WITA di Jalan raya Tegallalang, Gianyar tepatnya depan SMP N 1 Tegallalang atau depan Alfamart Tegallalang.
Kecelakaan itu menyebabkan Sutrisna tewas. Jasadnya ditutupi kain dan ada yang menghaturkan uang di sebelah tubuhnya. Pesepeda motor Supra awalnya datang dari selatan ke Utara.
Lalu di saat bersamaan, dari Utara ke Selatan, melintas Tiger yang dikendarai Taufik, 25, warga Desa Bangsri, kecamatan Pladaan, Jombang, Jatim dengan membonceng Erik yongky Agustin, alamat Kedungombo, Tanjung Anom, Nganjuk, Jatim, alamat sementara Bengkel Las Mandiri, Br. Tengah, Desa/Kec. Tegallalang.
Sampai di tempat kejadian, motor itu tabrakan. Motor keduanya mengalami kerusakan di bagian depan. Sutrisna tewas dan pihak Tiger pingsan dan satunya lagi kesakitan. Korban langsung dievakuasi oleh mobil polisi ke RS Ari Canti Ubud. Lalu korban tewas dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Sanjiwani Gianyar.
Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita mengakui ada kejadian itu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun