Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
Curah Hujan Tinggi, Normalisasi Alur Sungai Jadi Solusi Antisipasi Banjir
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Tingginya intensitas hujan ditambah adanya dugaan pendangkalan dan penyempitan sejumlah alur sungai khususnya sungai yang bermuara di Gunung Agung menjadi pemicu bencana banjir dan air bah di Karangasem.
Melihat kondisi tersebut, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika memandang perlunya untuk segera dicarikan solusi dalam upaya mengantisipasi kejadian serupa, mengingat cuaca saat ini wilayah Kabupaten Karangasem masih berpotensi turun hujan.
"Harus dicarikan solusi, misalnya dengan melakukan normalisasi alur sungai, karena jika ada pendangkalan atau penyempitan tentunya bisa memicu banjir atau perubahan alur ketika ada material seperti batu, dan kayu menyumbat alur yang menyempit, " kata Suastika, Rabu (26/10/2022).
Disisi lain, normalisasi alur sungai dipandang menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Pasalnya berkaca dari beberapa kejadian seperti misalnya banjir yang menerjang rumah dan persawahan di Banjar Dinas Pegubugan, Desa Duda, Selat, Karangasem pada Selasa (25/10/2022).
Salah satu faktor penyebab banjir di wilayah tersebut diduga karena adanya perubahan alur sungai dampak pendangkalan atau penyempitan alur sungai.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4400 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1769 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1496 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 982 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun