Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Pujawali Pura Pasar Agung, Pendakian ke Gunung Agung Dilarang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aktivitas pendakian Gunung Agung melalui jalur Pura Pasar Agung di Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dihentikan sementara mulai Sabtu 5 November 2022.
Pelarangan aktivitas pendakian bagi wisatawan itu berkaitan dengan berlangsung Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir yang akan berlangsung selama 11 hari dengan puncak pujawali jatuh pada 8 November 2022 mendatang.
"Ya pelarangan pendakian sementara kaitannya dengan Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir mulai diberlakukan pada tanggal 5 November 2022 sampai upacara penyineban," kata Bagian Humas Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, I Wayan Suara Arsana dihubungi baru - baru ini.
Hanya saja saat ditanya apakah larangan pendakian ke Puncak Gunung tertinggi di Pulau Dewata itu berlaku di semua jalur pendakian, Suara Arsana mengaku cukup kesulitan untuk menerapkan larangan tersebut di seluruh titik pendakian, mengingat terdapat banyak titik jalur pendakian Gunung Agung di Kabupaten Karangasem.
"Seharusnya semua, tapi karena susah pengawasan jadi cukup kesulitan, apalagi ada banyak jalan menuju puncak Gunung Agung," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4401 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1795 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1496 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 982 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun