Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Bos Tottenham Berharap Son Heung-min Tetap Main di Piala Dunia Usai Cedera
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bos Tottenham Antonio Conte yakin pemain depan Korea Selatan Son Heung-min akan fit untuk tampil di Piala Dunia akhir bulan ini. Penyerang Spurs itu mengalami patah tulang di sekitar mata kirinya saat menang 2-1 di Marseille, Selasa pekan lalu.
Pertandingan pertama Korea Selatan di Piala Dunia melawan Uruguay pada 24 November. Pemain berusia 30 tahun itu menjalani operasi pada hari Jumat lalu.
Sehingga dia absen dalam kekalahan 2-1 Tottenham oleh Liverpool.
"Saya mengiriminya pesan kemarin setelah operasi dan Sonny benar-benar kecewa dengan situasi ini, tetapi saya berharap dia akan pulih dengan sangat baik dan bermain di Piala Dunia," kata Antonio Conte dikutip dari BBC.
"Saya adalah seorang pemain dan saya tahu pentingnya bermain di Piala Dunia."
"Malam ini dia adalah orang pertama yang memainkan permainan ini, yang pasti dia merindukan kami. Saya yakin, yakin dia bisa kembali dengan cepat dan bermain di Piala Dunia untuk Korea Selatan."
Sebelumnya, Son Heung-min terancam absen membela Korea Selatan di Piala Dunia 2022 setelah mengalami cedera patah tulang sekitar mata.
Melansir laman resmi Tottenham Hotspur, Son Heung-min harus menjalani operasi untuk memulihkan cedera yang didapat ketika membantu timnya menang 2-1 atas Olympique de Marseille dalam matchday terakhir grup Champions League.
Son Heung-min dibekap cedera retak tulang sekitar mata setelah benturan di udara dengan pemain Marseille Kanselir Mbemba.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan