Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Putin Mundur di Garis Depan Ukraina, Rusia Kalah Lagi?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia memerintahkan masukannya mundur di kota garis depan perang di Ukraina, Kherson, Rabu waktu setempat. Ini menjadi kejutan baru yang dilakukan tentara Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pengumuman penarikan pasukan dilakukan langsung Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada pertemuan yang disiarkan televisi dengan komandan Rusia di Ukraina, Sergei Surovikin. Namun, pasukan Rusia, akan bertahan di tepi Sungai Dnipro.
"Mulai tarik pasukan," tegas Shoigu, dikutip AFP, Kamis (10/11/2022).
Kota Kherson sendiri sebenarnya adalah pusat kota pertama yang direbut oleh Rusia selama invasi. Kota itu menjadi satu-satunya ibu kota regional Ukraina yang dikendalikan oleh pasukan Moskow sejak serangan dimulai pada 24 Februari.
Namun serangan agresif pasukan Ukraina selama berminggu-minggu terakhir telah merebut desa-desa di kota dekat Laut Hitam tersebut. Kepungan Ukraina ini kemungkinan membuat Kremlin menarik diri.
"Mereka hanya mencari jalan keluar dari situasi yang sulit," kata juru bicara komando tentara selatan Ukraina Natalia Gumeniuk di laman yang sama.
"Fakta bahwa mereka dengan sengaja mengumumkan bahwa mereka pindah ke tepi kiri tidak mengejutkan siapa pun. Tapi kami mengerti bahwa kami masih harus berjuang," tambahnya.
Sebelumnya, Rusia juga melakukan evakuasi warga besar-besaran di wilayah itu. Status darurat militer juga diumumkan Putin.
Meski demikian, dalam pernyataan terbaru, Penasihat Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak mengatakan beberapa tentara Rusia tetap berada di kota itu. Kyiv sendiri mencurigai langkah Moskow.
"Kami tidak melihat tanda-tanda bahwa Rusia meninggalkan Kherson tanpa perlawanan," katanya di Twitter.
"Ukraina membebaskan wilayah berdasarkan data intelijen, bukan pernyataan TV yang dipentaskan," ujarnya lagi.
Kherson adalah salah satu dari empat wilayah Ukraina yang Rusia nyatakan telah dianeksasi pada bulan September lalu. Ini tak lama setelah referendum buatan pro Rusia dilakukan.
Pengumuman mundur pasukan di Kherson terjadi tak lama setelah kepala wilayah yang dilantik Moskow, Kirill Stremousov, dinyatakan tewas dalam kecelakaan mobil. Setidaknya ada 115.000 tentara Rusia yang ditempatkan di wilayah itu.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun