Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ukraina Terancam Gelap dan Beku Hingga Tahun Depan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kerusakan yang ditimbulkan pada jaringan listrik Ukraina ini telah mencapai skala yang sangat besar. Hal ini terjadi pascaserangan Rusia yang terus menargetkan infrastruktur vital itu.
CEO perusahaan energi Ukraina Ukrenegro, Volodymyr Kudrytskyi, mengatakan dalam jumpa pers Selasa (22/11/2022) bahwa serangan Rusia baru-baru ini pada dasarnya merusak semua pembangkit listrik termal dan hidrolik di seantero negeri itu.
"Tidak ada gardu yang tidak rusak untuk transportasi listrik di semua jaringan. Sayangnya, gardu besar yang signifikan mengalami lima atau bahkan hingga delapan serangan sehingga tingkat kerusakannya sangat besar," ujarnya dikutip Newsweek.
Ia mengatakan sistem transmisi membutuhkan waktu untuk menyambung kembali ke mayoritas konsumen. Untuk menstabilkan kembali transmisi, dibutuhkan waktu kurang lebih dua atau tiga hari.
"Kami tidak dapat menghasilkan daya yang cukup untuk konsumen. Butuh waktu untuk memulihkan jaringan dan untuk menjaga keseimbangan antara konsumsi fisik dan pembangkitan fisik tenaga listrik di jaringan. Jika tidak, kita berisiko mengalami keruntuhan jaringan listrik," tambahnya.
Dalam sebuah unggahan Facebook, Ukrenegro mengumumkan penutupan yang direncanakan di kota Kyiv, Chernihiv, Cherkasy, Zhytomyr, Sumy, Kharkiv, Poltava dan Donetsk mulai Selasa lalu.
Sementara itu, CEO penyedia energi Ukraina YASNO, Sergey Kovalenko, menuliskan bahwa situasinya bahkan lebih mengerikan karena musim dingin yang sangat dingin akan segera melanda negara itu.
"Meskipun pemadaman sekarang lebih sedikit, saya ingin semua orang mengerti: orang Ukraina kemungkinan besar harus hidup dalam mode mati setidaknya sampai akhir Maret," tulis Kovalenko dalam akun Facebooknya.
Ia juga menyatakan bahwa Ukraina akan mengadakan pembatasan pada distribusi listrik per hari Senin di wilayahnya. Ini mengakibatkan lebih dari 950.000 pelanggan terputus.
Rusia sendiri terus melakukan serangan ke wilayah Ukraina. Hal ini terjadi setelah militer negara itu berhasil dipukul mundur Kyiv dari beberapa lokasi yang dikuasainya di Ukraina.
Juru Bicara Kremlin Rusia, Dmitry Peskov, berdalih bahwa serangannya ke titik energi Kyiv adalah konsekuensi dari negara itu yang menolak untuk bernegosiasi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan