Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Autopsi Sekeluarga Tewas: Racun Sadis, Lambung Terbakar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Racun yang digunakan Dhio Daffa Syadilla (22), warga Mertoyudan Magelang, Jawa Tengah untuk membunuh satu keluarga yakni orang tua dan kakaknya tergolong ganas dan mematikan untuk manusia. Dari autopsi yang dilakukan polisi, ketiga korban yakni Abas Ahar (58), Heri Riyani (54) dan Dhea Chairunisa (25) mengalami luka yang mengenaskan akibat minum racun dari pelaku.
Kabid Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry menyebut bagian tenggorokan hingga lambung korban mengalami luka bakar.
"Sadis kok ini, racunnya juga sangat mematikan. Dari autopsi itu, bagian tenggorokan hingga lambung korban mengalami luka bakar," ujar Hastry yang mendampingi proses autopsi korban.
Hastry menambahkan racun yang dicampurkan teh dan kopi oleh pelaku diduga sangat banyak. Racun tersebut tidak mengubah warna dan rasa dari teh dan kopi saat tercampur.
"Kalau lihat lukanya, dosis yang dipakai cukup banyak. Bisa sampai 2-3 sendok teh. Sepertinya racunnya tidak mengubah warna dan rasa dari teh dan kopi itu," kata Hastry.
Meski demikian, Hastry belum dapat memastikan jenis racun yang dipakai pelaku, apakah jenis racun tikus atau sianida. Oleh Hastry, jenis racun masih dalam pemeriksaan tim Laboratorium Forensik atau Labfor.
"Saya belum tahu itu jenisnya, karena masih diperiksa Labfor. Dan pastinya yang berwenang menyampaikan hasilnya nanti Labfor," jelas Hastry.
Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan ada beberapa jenis racun yang digunakan dalam pembunuhan ini. Salah satunya racun arsen atau sejenisnya.
"Untuk racunnya ada beberapa jenis. Yang berhasil kami identifikasi berdasarkan hasil autopsi dan sisa barang bukti yang ada di TKP. Jenisnya arsen, semacam arsen," kata dia.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Djuhandani Raharjo Puro menjelaskan aksi sadis pelaku membunuh orang tua dan kakaknya sendiri dipicu oleh rasa jengkel karena merasa tidak diperhatikan dan didesak mencari kerja.
"Pengakuannya sih karena jengkel tak pernah diperhatikan keluarga. Yang baru-baru ini itu terus-terusan disuruh mencari kerja. Merasa tak nyaman, akhirnya tersangka nekat menghabisi orang tua dan kakaknya," jelas Djuhandani saat konferensi pers di Polres Magelang, Selasa ( 29/11).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan