Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Desa Buruan Gianyar Bangun Kebun 'Puspa Aman' Untuk Ketahanan Pangan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh mendirikan kebun Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (Puspa Aman). Dari situ, masyarakat desa diajak menanam pangan skala rumah tangga.
Perbekel Desa Buruan I Ketut Sumarda, menyatakan Puspa Aman berfungsi mempercepat penganekaragaman pangan dan memantapkan ketahanan pangan masyarakat.
Puspa Aman Desa Buruan merupakan upaya pemerintahan desa dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan masyarakat.
“Diharapkan program ini dapat memenuhi kebutuhan pokok pangan masyarakat baik kebutuhan nabati maupun hewani keluarga, yang kami sinergikan dengan 10 program pokok PKK,” ujar perbekel Buruan.
Kebun Puspa Aman, kata dia, bukan hanya sekedar membangun. “Namun lebih kepada berkelanjutan dari manfaat yang bisa dirasakan masyarakat khususnya masyarakat yang belum mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” sambungnya.
Sumarda ke depan merencanakan pengelolaan Puspa Aman bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa Dharma Arta Sedana Desa Buruan untuk membuka wisata kuliner. Seperti memancing ikan dari kolam langsung dengan memasaknya langsung.
“Sehingga pengunjung merasakan kesan natural dan menambah keinginan untuk datang kembali,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3337 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 916 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 675 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun