Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Korsel Tahan Eks Kepala Keamanan Gegara Tutupi Pembunuhan Pejabat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Selatan menahan mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon, pada Sabtu (3/12) atas dugaan sengaja menutupi pembunuhan seorang pejabat perikanan yang dilakukan Korea Utara.
"Suh Hoon, mantan kepala Kantor Keamanan Nasional Blue House, ditahan pada pagi ini," ujar Park Jung Ha selaku juru bicara partai berkuasa Korsel, Partai Kekuatan Rakyat, seperti dikutip AFP.
Penahanan ini dilakukan sesuai dengan tekad Presiden Yoon Suk Yeol untuk menyelidiki dugaan pemerintahan sebelumnya tak menangani pembunuhan itu dengan baik demi menguntungkan Korut. Suh Hoon merupakan pejabat tinggi pertama dari kantor kepresidenan era Presiden Moon Jae In yang ditahan terkait dugaan tersebut.
Ia diduga memerintahkan penghancuran laporan intelijen mengenai pembunuhan pejabat perikanan bernama Lee Dae Jun itu. Lee ditemukan tewas di laut perbatasan yang memisahkan Korut dan Korsel.
Selain itu, Suh juga diduga didakwa memanipulasi bukti untuk mendukung klaim pemerintahan Moon bahwa pejabat perikanan itu hendak membelot ke Korea Utara.
Hakim Kim Jeong Min dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul lantas memerintahkan penangkapan Suh pada Sabtu karena "keseriusan kejahatan itu, status tersangka, dan risiko penghancuran bukti."
Sebelum Suh, mantan menteri pertahanan Korsel, Suh Wook, dan mantan kepala penjaga pantai, Kim Hong Hee, juga ditahan terkait kasus serupa.
Selama ini, Presiden Yoon Suk Yeol memang sangat lantang mengkritik pendekatan pemerintah Moon Jae In terhadap Korut yang dianggap terlampau lunak. Ia menganggap Moon ingin menyenangkan Korut.
Namun di sisi lain, pihak oposisi di Korsel menganggap penyelidikan ini merupakan bagian dari "balas dendam politik" Yoon terhadap pemerintahan Moon.
Mereka menyatakan penahanan Suh ini "sangat sulit dipahami." Oposisi juga akan "mempertahankan kebenaran dan keadilan" melawan "balas dendam politik" Yoon.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1962 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun