Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Korsel Tahan Eks Kepala Keamanan Gegara Tutupi Pembunuhan Pejabat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Selatan menahan mantan kepala keamanan nasional, Suh Hoon, pada Sabtu (3/12) atas dugaan sengaja menutupi pembunuhan seorang pejabat perikanan yang dilakukan Korea Utara.
"Suh Hoon, mantan kepala Kantor Keamanan Nasional Blue House, ditahan pada pagi ini," ujar Park Jung Ha selaku juru bicara partai berkuasa Korsel, Partai Kekuatan Rakyat, seperti dikutip AFP.
Penahanan ini dilakukan sesuai dengan tekad Presiden Yoon Suk Yeol untuk menyelidiki dugaan pemerintahan sebelumnya tak menangani pembunuhan itu dengan baik demi menguntungkan Korut. Suh Hoon merupakan pejabat tinggi pertama dari kantor kepresidenan era Presiden Moon Jae In yang ditahan terkait dugaan tersebut.
Ia diduga memerintahkan penghancuran laporan intelijen mengenai pembunuhan pejabat perikanan bernama Lee Dae Jun itu. Lee ditemukan tewas di laut perbatasan yang memisahkan Korut dan Korsel.
Selain itu, Suh juga diduga didakwa memanipulasi bukti untuk mendukung klaim pemerintahan Moon bahwa pejabat perikanan itu hendak membelot ke Korea Utara.
Hakim Kim Jeong Min dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul lantas memerintahkan penangkapan Suh pada Sabtu karena "keseriusan kejahatan itu, status tersangka, dan risiko penghancuran bukti."
Sebelum Suh, mantan menteri pertahanan Korsel, Suh Wook, dan mantan kepala penjaga pantai, Kim Hong Hee, juga ditahan terkait kasus serupa.
Selama ini, Presiden Yoon Suk Yeol memang sangat lantang mengkritik pendekatan pemerintah Moon Jae In terhadap Korut yang dianggap terlampau lunak. Ia menganggap Moon ingin menyenangkan Korut.
Namun di sisi lain, pihak oposisi di Korsel menganggap penyelidikan ini merupakan bagian dari "balas dendam politik" Yoon terhadap pemerintahan Moon.
Mereka menyatakan penahanan Suh ini "sangat sulit dipahami." Oposisi juga akan "mempertahankan kebenaran dan keadilan" melawan "balas dendam politik" Yoon.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2211 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2090 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1552 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1435 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli