Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Putin Digempur Serangan Balik, Pangkalan Udara Rusia Didrone
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wilayah Rusia kembali menjadi sasaran bom drone. Pesawat tak berawak tersebut menyerang lapangan terbang di Kursk, Selasa waktu setempat.
Baca juga:
Krisis Inggris, Warga Makan Makanan Hewan
Serangan itu terjadi setelah sehari sebelumnya dua pangkalan di wilayah Ryazan dan Saratov menjadi sasaran senjata serupa, yang menewaskan tiga orang. Belum diketahui apakah ada korban di serangan terbaru itu.
"Akibat serangan drone, sebuah tangki penyimpanan minyak terbakar di area lapangan udara Kursk," kata Gubernur Wilayah Kursk Roman Starovoyt dalam sebuah postingan Telegram dikutip Rabu (7/12/2022).
"Api sedang dilokalisasi. Semua lembaga darurat ada di lokasi," tambahnya.
Beruntungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kursk sendiri terletak dekat dengan perbatasan Ukraina.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Namun Ukraina diklaim Rusia memiliki motif paling banyak karena pertempuran yang tengah terjadi.
Dalam dua serangan ke pangkalan dara sebelumnya, Rusia menunjuk Kyiv bertanggung jawab. Kremlin juga meyakini serangan bisa saja menembus Moskow, mengingat jarak Saratov misalnya yang jauh dari Ukraina.
"Rezim Kyiv (Ukraina), untuk menonaktifkan pesawat jarak jauh Rusia melakukan upaya untuk menyerang dengan kendaraan udara jet tak berawak buatan Soviet di lapangan terbang militer Dyagilevo di wilayah Ryazan dan Engels di wilayah Saratov," kata Kementerian Pertahanan Rusia.
"Puing-puing itu menyebabkan kerusakan ringan pada dua pesawat," tambah kementerian lagi.
"Ini adalah aksi teroris yang bertujuan mengganggu," tegas Rusia lagi.
Ini lalu dibalas pemerintah Presiden VladimirPutin dengan meluncurkan sedikitnya 70 rudal ke kota-kotaUkraina. Serangan itu menyasar sistem kontrol militer dan objek terkait dari kompleks pertahanan, pusat komunikasi, unit energi dan militer Ukraina.
"Rusia menanggapi dengan serangan besar-besaran ... dengan senjata presisi tinggi berbasis udara dan laut, di mana Rusia mengatakan semua 17 target yang ditunjuk terkena," tulis Reuters, mengutip pertahanan Rusia, Selasa.
Perang Rusia dan Ukraina sudah terjadi sejak 24 Februari. Hingga kini, PBB menulis 6.000 lebih warga sipil tewas karena konflik.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2482 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar