Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Putin Digempur Serangan Balik, Pangkalan Udara Rusia Didrone
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wilayah Rusia kembali menjadi sasaran bom drone. Pesawat tak berawak tersebut menyerang lapangan terbang di Kursk, Selasa waktu setempat.
Baca juga:
Krisis Inggris, Warga Makan Makanan Hewan
Serangan itu terjadi setelah sehari sebelumnya dua pangkalan di wilayah Ryazan dan Saratov menjadi sasaran senjata serupa, yang menewaskan tiga orang. Belum diketahui apakah ada korban di serangan terbaru itu.
"Akibat serangan drone, sebuah tangki penyimpanan minyak terbakar di area lapangan udara Kursk," kata Gubernur Wilayah Kursk Roman Starovoyt dalam sebuah postingan Telegram dikutip Rabu (7/12/2022).
"Api sedang dilokalisasi. Semua lembaga darurat ada di lokasi," tambahnya.
Beruntungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kursk sendiri terletak dekat dengan perbatasan Ukraina.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Namun Ukraina diklaim Rusia memiliki motif paling banyak karena pertempuran yang tengah terjadi.
Dalam dua serangan ke pangkalan dara sebelumnya, Rusia menunjuk Kyiv bertanggung jawab. Kremlin juga meyakini serangan bisa saja menembus Moskow, mengingat jarak Saratov misalnya yang jauh dari Ukraina.
"Rezim Kyiv (Ukraina), untuk menonaktifkan pesawat jarak jauh Rusia melakukan upaya untuk menyerang dengan kendaraan udara jet tak berawak buatan Soviet di lapangan terbang militer Dyagilevo di wilayah Ryazan dan Engels di wilayah Saratov," kata Kementerian Pertahanan Rusia.
"Puing-puing itu menyebabkan kerusakan ringan pada dua pesawat," tambah kementerian lagi.
"Ini adalah aksi teroris yang bertujuan mengganggu," tegas Rusia lagi.
Ini lalu dibalas pemerintah Presiden VladimirPutin dengan meluncurkan sedikitnya 70 rudal ke kota-kotaUkraina. Serangan itu menyasar sistem kontrol militer dan objek terkait dari kompleks pertahanan, pusat komunikasi, unit energi dan militer Ukraina.
"Rusia menanggapi dengan serangan besar-besaran ... dengan senjata presisi tinggi berbasis udara dan laut, di mana Rusia mengatakan semua 17 target yang ditunjuk terkena," tulis Reuters, mengutip pertahanan Rusia, Selasa.
Perang Rusia dan Ukraina sudah terjadi sejak 24 Februari. Hingga kini, PBB menulis 6.000 lebih warga sipil tewas karena konflik.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2320 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1960 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun