Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Australia Soroti Pembebasan Terpidana Bom Bali Umar Patek

Kamis, 8 Desember 2022, 14:56 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Australia Soroti Pembebasan Terpidana Bom Bali Umar Patek

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Pembebasan terpidana bom Bali Umar Patek mendapat sorotan dari tetangga RI. Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles menilai hal itu akan menjadi sesuatu yang sulit diterima sebagian warganya.

Patek dibebaskan bersyarat pada Rabu (7/12/2022) malam. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2012 atas keterlibatannya dalam pengeboman yang mengobrak-abrik dua klub malam di Bali, menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia dan 38 warga Indonesia.

"Saya pikir ini akan menjadi hari yang sangat sulit bagi banyak warga Australia - semuanya warga Australia - untuk mendengar tentang pembebasan Umar Patek," kata Marles kepada radio ABC, dikutip Reuters, Kamis (13/12/2022).

"Saat ini saya terutama memikirkan keluarga dari mereka yang terbunuh dan terluka dalam bom Bali."

Pemerintah Australia telah berulang kali membuat pernyataan kepada pemerintah Indonesia tentang pembebasan awal Patek, kata Marles, dan akan terus menghubungi pihak berwenang Indonesia untuk memastikan Patek terus diawasi.

Patek, seorang anggota kelompok militan Jemaah Islamiyah yang berafiliasi dengan al Qaeda, memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat pada Agustus karena berperilaku baik di penjara.

Patek akan diminta untuk berpartisipasi dalam "program pendampingan" hingga April 2030, dan setiap pelanggaran dapat menyebabkan pembebasan bersyaratnya dicabut.

Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia Chris Bowen mengatakan kepada ABC Television pembebasan Patek menjadi perhatian semua warga Australia, tetapi tidak mungkin memengaruhi hubungan bilateral.

"Saya pikir penting bagi Australia untuk mempertahankan dialog yang kuat dengan Indonesia sehingga kita dapat melakukan diskusi tersebut, dan itulah yang akan kita lakukan," katanya.(sumber: cnbcindonesia.com)

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami