Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 28 Mei 2026
Peraih Nobel Perdamaian Sebut Putin Penjahat Perang dan Harus Diadili
beritabali.com/cnnindonesia.com/Peraih Nobel Perdamaian Sebut Putin Penjahat Perang dan Harus Diadili
BERITABALI.COM, DUNIA.
Peraih Nobel Perdamaian Rusia Yan Rachinsky mengecam perang 'gila dan kriminal' yang dilakukan Rusia di Ukraina saat berpidato di penerimaan nobel di ibu kota Norwegia, Oslo, Sabtu (10/12).
Rachinsky, yang berasal dari organisasi hak asasi manusia Memorial, mengklaim perlawanan terhadap Rusia yang dikenal 'fasisme' di bawah Putin, menambah 'pembenaran ideologis untuk kegilaan dan kriminal perang atas agresi pada Ukraina'.
Memorial, salah satu grup HAM yang paling terkenal dan dihormati di Rusia, bekerja mengungkap pelanggaran dan kekejaman era Stalinist selama lebih dari tiga dekade sebelum akhirnya ditutup oleh Mahkamah Agung pada akhir tahun lalu.
Peraih Nobel Perdamaian Ukraina Oleksandra Matviichuk meminta pengadilan internasional mengadili Putin dan orang kuat Belarusia, Alexander Lukashenko, atas 'kejahatan perang' dalam pidatonya.
Matviichuk yang menerima hadiah nobel atas nama organisasi HAM Center for Civil Liberties di Ukraina mengatakan ini bisa menjadi cara untuk 'menjamin keadilan bagi mereka yang terdampak perang'.
Matviichuk mengingatkan penjahat perang seharusnya tidak hanya dihukum setelah jatuhnya rezim otoriter dan menambahkan 'keadilan tak bisa menunggu'.
"Kita harus membentuk pengadilan internasional dan membawa Putin, Lukashenko, dan penjahat perang lainnya ke pengadilan," lanjut dia.
Memorial dan Center for Civil Liberties mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian 2022 pada Sabtu (10/12) bersama advokat Belarusia Ales Bialiatski yang sedang dipenjara. Ketiga pemenang berbagi hadiah US$900 ribu.
Para pemenang baru ini diberi penghargaan atas 'upaya luar biasa mendokumentasikan kejahatan perang, pelanggaran hak asasi manusia dan penyalahgunaan kekuasaan di negara masing-masing.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2214 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2097 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1555 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1439 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli