Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Enam Anak Punk di Gilimanuk Dipulangkan, Ngaku ke Denpasar untuk Pertemuan Komunitas
beritabali/ist/Enam Anak Punk di Gilimanuk Dipulangkan, Ngaku ke Denpasar untuk Pertemuan Komunitas.
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Petugas Trantib Kelurahan Gilimanuk mengamankan sekelompok anak punk asal Jawa Barat Rabu (11/01/2023). Mereka diamankan karena dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman warga.
Dari informasi, Mereka diamankan petugas lantaran diduga masuk Bali tanpa pemeriksaan kependudukan. Terkait diamankannya anak punk tersebut Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, gerombolan yang mengaku akan ke Denpasar untuk pertemuan sesama komunitas anak punk itu berjumlah enam orang.
Baca juga:
Viral Anak Punk Dihajar Puluhan Bikers
"Mereka yang sebagian besar masih pelajar ini berasal dari Subang, Jawa Barat. Mereka tidur di emper toko sebelum tadi pagi mau melanjutkan jalan ke Denpasar. Nah selama istirahat itu mereka sempat minum minuman keras," jelasnya.
Saat mereka diperiksa, semua tidak dilengkapi identitas kependudukan. Kemudian mereka diantar kembali ke pelabuhan untuk dipulangkan ke pulau Jawa.
"Kami minta agar ke Bali bawa identitas baik itu KTP atau kartu pelajar. Siapapun boleh masuk Bali yang penting bawa identitas dan bekal yang cukup. Jangan menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu kamtibmas," imbuh Tony.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 447 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 363 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun