Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sebelum Pandemi, Karangasem Paling Banyak Dikunjungi Turis China
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pelaku pariwisata di Karangasem sangat antusias dan berharap pariwisata Bali kembali ramai menyusul dibukanya kembali penerbangan perdana pasca-Pandemi dari China ke Bali pada Minggu (22/1/2023).
Seperti diutarakan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem, I Wayan Kariasa saat dihubungi Sabtu (21/1/2023). Dengan dibukanya kembali penerbangan dari China ke Bali, tentunya ia berharap agar pariwisata Bali Lebih ramai kedepan. Meskipun saat ini penerbangan baru sifatnya charter dan juga sifatnya masih terbatas untuk para pebisnis dan kelas-kelas atas dulu sebagai isian pertama.
"Mudah-mudahan semuanya berjalan baik sehingga nantinya akan dibuka untuk umum, dengan demikian tentunya limpahan untuk Karangasem pun juga akan bagus kunjungan ke destinasi wisata, ke restoran dan juga pengaruh terhadap hunian Hotel walaupun tidak sebanyak di hotel-hotel yang ada di Selatan," ujar Kariasa.
Untuk diketahui, sebelum Pandemi Covid-19, jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke destinasi wisata yang ada di Kabupaten Karangasem jumlahnya terbilang paling tinggi dibanding kunjungan dari wisatawan negara-negara lainnya.
Hanya saja, tingginya kunjungan tidak berbanding lurus dengan hunian hotel, dimana sangat sedikit wisatawan asal China yang menginap di Karangasem, untuk hunian hotel di Karangasem paling tinggi dari wisatawan asal Eropa.
Menurut Kariasa, penyebab minimnya wisatawan China yang menginal di Karangasem karena kebanyakan waktu liburan mereka yang pendek. Biasanya wisatawan China datang ke Karangasem tour mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Pura Lempuyangan, Besakih, Taman Tirta Gangga dan Taman Soekasada Ujung.
Setelahnya mereka akan balik ke daerah Nusa Dua atau daerah selatan kemudian tour lagi besoknya dan keesokannya balik lagi ke negara mereka.
"Rata-rata mereka menginap di Bali sekitar 2 malam atau 3 malam jadi mereka lebih banyak kalau ke Karangasem itu untuk tournya mengunjungi destinasi wisata," imbuh Kariasa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan