Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Sedang Ramai Tentang Childfree, Apa Alasan di Belakangnya?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Influencer Gitasav dikenal dengan pilihannya untuk childfree. Apa itu childfree?
Childfree adalah keputusan pasangan untuk tidak memiliki anak dalam pernikahan mereka.
Tak dimungkiri ada banyak pasangan yang bahkan memutuskan berpisah ketika pasangannya tak bisa memberi keturunan.
Namun nyatanya, tak semua pasangan bisa atau ingin punya anak. dalam kehidupan pernikahan mereka. Banyak yang mengambil keputusan untuk tak memiliki anak atau dikenal juga dengan istilah childfree.
Keputusan untuk tak memiliki anak ini tentu bukan sesuatu yang bisa diambil tergesa-gesa. Banyak faktor yang menyebabkan pasangan akhirnya memilih untuk tak memiliki keturunan atau childfree. Tak dimungkiri apa itu childfree adalah keputusan pasangan untuk tidak punya anak dalam pernikahan mereka.
Setiap pasangan tentu memiliki alasan tertentu ketika tak ingin memiliki anak dalam hubungan pernikahan mereka. Tak ada benar atau salah, namun yang pasti keputusan untuk tak punya anak harus menjadi keputusan bersama antara suami dan istri.
Apa yang jadi alasan pasangan memilih untuk childfree? Tiap orang pasti punya alasannya sendiri, bahkan dari medis sampai psikologi. Keputusan ini muncul lantaran trauma masa kecil dan rasa takut menularkan trauma ke anak.
Bisa jadi salah satu di antara pasangan ini atau bahkan keduanya merasa tak memiliki kemampuan untuk menjadi orang tua. Mereka merasa, trauma yang menghantuinya sejak kecil bisa memengaruhi kapabilitasnya dalam mengurus anak.
Tak cuma itu, pengertian apa itu childfree ini juga sering dikaitkan dengan peribahan iklim.
Mengutip Washington Post, survei Pew Research Center tahun 2021 terhadap orang dewasa di Amerika tanpa anak, 5 persen dari mereka yang menyebutkan alasan khusus untuk childfree adalah perubahan iklim atau lingkungan.
Dalam sepucuk surat kepada investor tahun lalu, analis Morgan Stanley mencatat bahwa "gerakan untuk tidak memiliki anak karena kekhawatiran tentang perubahan iklim tumbuh dan berdampak pada tingkat kesuburan lebih cepat daripada tren sebelumnya di bidang penurunan kesuburan."
Dua ilmuwan di Oregon State University menerbitkan sebuah makalah yang memperkirakan bahwa setiap anak yang lahir di Amerika Serikat menambahkan ribuan ton karbon dioksida ke "warisan karbon" seumur hidup orang tua mereka.
Dikemas ulang dalam tinjauan literatur tahun 2017 oleh dua ilmuwan keberlanjutan, yang menghitung bahwa memilih untuk tidak memiliki anak akan mengurangi emisi sekitar 60 metrik ton per tahun, jumlah yang secara positif mengerdilkan tindakan lain yang mungkin dilakukan (hidup bebas mobil: 2,4 ton emisi dihindari ; melewatkan satu penerbangan transatlantik: 1,6 ton).
"Setiap anak yang kita miliki di bagian dunia yang maju akan sangat mahal secara lingkungan," kata Travis Rieder, seorang ahli bioetika di Universitas Johns Hopkins yang berpendapat untuk beralih ke jumlah keluarga yang lebih kecil.
Itulah pengertian apa itu childfree yang tengah viral saat ini. (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun