Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Penjelasan Ilmiah Soal Awan UFO di Langit Turki
BERITABALI.COM, DUNIA.
Fenomena awan menyerupai kendaraan alien UFO menghebohkan Turki belum lama ini. Saksi mata mengatakan bentuk awan tersebut tetap utuh selama satu jam sebelum akhirnya menghilang di langit.
Diketahui awan berbentuk mirip UFO itu muncul di barat laut kota Bursa, Turki. Awan itu terlihat mengapung di balik gunung dan berwarna jingga.
Direktorat Meteorologi Turki pun memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut. Di mana fenomena semacam itu disebut dengan awan lenticular atau lentikularis dan tak ada kaitannya dengan aktivitas makhluk luar angkasa.
"Awan lenticular terjadi ketika udara stabil dan angin bertiup melintasi bukit dan gunung dari arah yang sama atau serupa pada ketinggian berbeda," ungkapnya dikutip dari detikcom, Minggu (12/2/2023).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pakar Iklim Universitas Gadjah Mada (UGM) Emilya Nurjani. Menurut dia, kemunculan awan tersebut tidak terkait dengan pertanda akan terjadinya bencana.
Emilya menyebut awan lenticularis merupakan fenomena biasa. Awan ini sering muncul atau terbentuk di daerah pegunungan atau gunung maupun perbukitan atau bukit.
Emilya menambahkan awan ini terbentuk dipengaruhi oleh faktor orografis/elevasi. Oleh karena itu, awan ini sering terbentuk di daerah pegunungan atau gunung maupun perbukitan atau bukit.
Biasanya, awan sering terbentuk di sisi pegunungan yang berangin atau sisi hadap lereng (windward), tetapi awan lenticularis terbentuk di sisi bawah angin atau sisi belakang lereng (leeward).
Baca juga:
Dokumen Albert Einstein Mengakui Adanya UFO
Dengan begitu, saat udara lembab naik ke sisi atas gunung/bukit mengalami pendinginan dan pemadatan sehingga menghasilkan awan. Namun, di sisi yang berlawanan dengan angin, udara menurun dan menghangat sehingga terjadi penguapan.
"Dilihat dari permukaan, awan terlihat tidak bergerak saat udara mengalir dan lapisan pembentuk awan terlalu kering sehingga lenticular akan terbentuk satu di atas yang lain. Bahkan, terkadang hal ini meluas ke lapisan stratosfer dan terlihat seperti UFO," paparnya.
Lebih lanjut, Emilya mengungkapkan, kemunculan awan lenticularis biasanya akan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang.
"Hujan, tetapi intensitas tidak tinggi karena pada dasarnya uap air sudah jatuh sebagai hujan di sisi windward," terangnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan