Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Bocah Anak Penjual Pasir Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai
BERITABALI.COM, NTB.
DSA (9 tahun) bocah asal Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, ditemukan meninggal di aliran sungai Timba Dewa dekat rumah korban di desa setempat, Minggu (12/2).
Penemuan mayat bocah Sekolah Dasar (SD) itu dibenarkan Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nikolas Osman. Keterangan Nikolas, kejadian bermula saat korban bersama ayahnya, Suryadi (30 tahun) yang sehari-hari sebagai penjual pasir.
"Korban saat itu berada di sekitar lokasi, tidak jauh dari lokasi ayahnya mengayak pasir," ungkap Kasi Humas, Senin (13/2).
Usai mengayak pasir, ayah korban pergi mengantar pasir ke Desa Teros, sedangkan korban dibiarkan bermain sendiri di sekitar tumpukan pasir ayakan.
"Kembalinya mengantar pasir ke pembeli, korban sudah tidak berada di rumah ataupun di lokasi ayahnya kerja," imbuhnya.
Mengetahui anaknya tidak ada di lokasi, Suryadi panik dan meminta bantuan warga mencari korban di sekitar rumah dan sungai yang dicurigai saat itu jatuh ke sungai.
"Korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai yang jaraknya sekitar 10 meter dari tempatnya bermain," kata Nikolas.
Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan meninggal di aliran sungai, jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah korban.
"Menemukan korban di aliran sungai Timba Dewa dengan jarak sekitar satu kilometer dari rumah korban dalam keadaan meninggal dunia," kata Nikolas.
Inafis Polres Lombok Timur langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan