Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Arab Saudi Mulai Blusukan Mau Beli Manchester United
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pengusaha Arab Saudi mulai bergerak untuk membeli Manchester United. Ini dilakukan menjelang batas akhir masa penawaran pada Jumat (17/2).
Sejumlah kelompok swasta di Riyadh telah meminta beberapa informasi secara resmi dan dimungkinkan akan membeli klub itu.
Sebelumnya, beberapa nama yang tertarik mengambil alih The Red Devils pun mulai mencuat.
Beberapa hari lalu, Bos Tesla dan Twitter Elon Musk dilaporkan serius untuk membeli klub dan tengah mencari peluang untuk itu.
Hal itu menurut laporan The Telegraph.
Selain itu, miliader pemilik perusahaan kimia INEOS dan salah satu orang terkaya di Inggris, Jim Ratcliffe, juga mengumumkan niatnya untuk mengajukan penawaran kepada MU bulan lalu.
Tak hanya dua miliader tersebut, ada juga Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani yang disebut tertarik membeli Manchester United.
Di sisi lain, Manchester United adalah klub sepak bola terkaya keempat di dunia menurut analisis Deloitte.
Klub tersebut dimiliki oleh Keluarga Glazer sejak 2015.
Keluarga tersebut sudah lama didesak untuk mundur oleh para penggemar MU selama bertahun-tahun karena prestasi klub yang semakin menurun sejak mereka ambil alih.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2949 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun