Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Desa Pupuan Gianyar Miliki Pusat Pangan yang Bisa Manjakan Wisatawan

Jumat, 17 Februari 2023, 19:12 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Desa Pupuan Gianyar Miliki Pusat Pangan yang Bisa Manjakan Wisatawan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang memiliki pusat pangan (Puspa Aman). Dengan lingkungan yang asri dan sejumlah sarana, Puspa Aman memanjakan wisatawan.

Perbekel Pupuan I Wayan Sumatra menyatakan pembentukan Puspa Aman ini karena selama ini Desa Pupuan hanya menjadi jalur perlintasan wisatawan. 

"Puspa Aman Desa Pupuan siap bangkit, sinergitas dengan Aku Hatinya PKK. Bulan Maret ini kami akan buka rumah makan," jelasnya.

Rumah makan atau restoran ini menyajikan menu dari hasil panen tanaman di Puspa Aman. Selain itu, pihaknya akan membeli bahan baku berupa sayur mayur dari rumah tangga yang sebelumnya sudah diberikan bantuan bibit. 

Seperti tomat, cabe, terong, sawi, hingga buah pisang. Tak perlu diajari lagi teknik berkebun, sebab 75 persen warganya adalah profesi petani.

Selain untuk rumah makan, hasil panen tanaman pangan di rumah tangga juga dibeli untuk dibagikan secara cuma-cuma pada Murid Paud dan mengatasi Stunting. 

"Mereka panen, Puspa aman beli. Dimasak beri anak paud dan kategori Stunting secara gratis. Sisanya dikelola Bumdes Lumbung Sari," jelasnya.

Di samping itu, Pemdes Pupuan juga punya program pemberian bantuan bibit Bangkung atau indukan babi. Jumlahnya sekitar 15 ekor. Anak babi yang dihasilkan, juga dibeli oleh Bumdes. 

"Anakan babi kita beli dijadikan babi guling," ujarnya. 

Untuk menu lain, ada ikan Nila yang dipanen langsung dari kolam. "Dulu sudah kita tabur sekitar 1.000an ikan nila dan jair. Sekarang sudah besar-besar, bisa bermanfaat ke depan," jelasnya.

Sesuai target, sejumlah wisatawan asing sudah mulai mengunjungi Puspa Aman. 

"Tiap hari ada saja bule berkunjung. Kita harapkan setelah restoran dibuka, mereka juga makan di kita. Kebetulan restoran pinggir jalan baru kita saja, yang lain lokasinya agak ke dalam," ujarnya.

Kunjungan wisatawan ini pula membuat Desa Pupuan yang ditetapkan sebagai Desa Wisata per 18 September 2021 ini semakin optimis. Objek wisata unggulan yang ditawarkan adalah pemandangan alam tanpa merusak alam. 

"Kita ada cagar budaya, waterfall, spiritual Tirta Sangku, Puncak Lembu, Wana Ayu dan view persawahan," jelasnya. 

Untuk atraksi wisata budaya, mulai dari seni sakral, tradisi unik hingga seni kreatif ada di desa ini. "Wisata budaya sakral kita sudah punya, seperti rejang baris topeng. Seni tradisi kita ada pementasan Baris Tampyog, yang digelar 3 tahun sekali," jelasnya. 

Baris Tampyog ini menampilkan tarian baris bersama pemangku dan Prajuru adat mandi api. "Sejauh ini tidak ada yang alami luka bakar. Tradisi ini yang mau kita kembangkan untuk menunjang desa wisata," terang dia.

Selain itu, Desa Pupuan juga merancang wisata buatan berupa Pasar tradisional. "Wisatawan yang cycling bersepeda bisa mampir beli oleh-oleh di pasar tradisional," tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami