Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 18 September 2026
Tiga Pekan Pilot Susi Air Disandera, Panglima Ungkap Kendala Penyelamatan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Tiga Pekan Pilot Susi Air Disandera, Panglima Ungkap Kendala Penyelamatan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pilot pesawat Susi Air, Kapten Philip M masih disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) usai pesawat yang dibawanya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (7/2). Hingga hari ini, Selasa (28/2), sudah tiga pekan Philip dibawa oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.
KKB juga sempat merilis foto dan video yang menunjukkan kondisi pilot berkebangsaan Selandia Baru itu. Philip terlihat dikawal oleh sejumlah pasukan KKB lengkap dengan senjata api dan panah.
Dalam salah satu video Philip menyampaikan pesan singkat, "Papua OPM menangkap saya untuk Papua Merdeka."
"Kelompok Papua menangkap saya dan mereka berjuang untuk kemerdekaan Papua. Mereka minta agar militer Indonesia pulang dan jika tidak mereka tetap menahan saya dan keselamatan saya akan terancam," kata Philip menambahkan.
Pada Kamis (23/2) lalu, KKB juga sempat menyatakan Philip dalam keadaan baik dan sehat.
Baru-baru ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkap sejumlah kendala dalam pembebasan Philip. Salah satunya lantaran KKB bercampur dengan masyarakat setempat.
"Pilot masih tetap kita usahakan dicari. Karena tentunya di dalam situasi seperti ini mereka ini kan bercampur dengan masyarakat, sehingga TNI juga harus hati-hati di dalam melaksanakan tugasnya untuk menyelamatkan itu," kata Yudo di Jakarta, Senin (27/2).
Ia menyebut operasi penyelamatan pilot berkebangsaan Selandia Baru itu terus dilakukan dengan memaksimalkan prajurit yang berada di Papua dan tidak ada penambahan pasukan.
Ia menekankan penyelamatan pilot harus dilakukan hati-hati karena KKB yang berbaur dengan penduduk setempat.
"Kita optimalkan prajurit yang berada di sana, karena yang kita hadapi juga bukan musuh yang tetap, kemudian bisa berhadapan, bukan. Jadi gerombolan yang tempatnya berpindah-pindah dan bersama sama dengan penduduk. Dan ini kan tidak mudah untuk mengambil dari penduduk ini," kata Yudo.
Yudo mengatakan tak ada target yang ditetapkan pihaknya dalam menyelamatkan Philip. TNI, kata dia, tidak mau ada penduduk justru menjadi korban.
"Lapangannya tidak mudah, langsung di suatu tempat yg bisa diambil langsung, kan tidak. Itu tadi, mereka berlindung selalu dengan masyarakat, malah dengan anak-anak. Ini yang akan kita pisahkan. Sedapat mungkin kita laksanakan secara persuasif," kata dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5565 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3487 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2345 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan