Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Iran Jatuhkan Hukum Mati Buat Warga Negara Swedia Habib Chaab
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pengadilan Iran pada Minggu (12/3) mengonfirmasi hukuman mati untuk warga negara Swedia dan Iran, Habib Chaab, karena 'terorisme'. Pemerintah Swedia menyatakan keputusan itu sebagai tindakan 'tidak manusiawi'.
Baca juga:
Paus Fransiskus: Ideologi Gender Berbahaya
Chaab telah ditahan di Iran sejak Oktober 2020 setelah dia menghilang saat mengunjungi Turki dan diadili di Teheran.
Dia dihukum karena 'korupsi di Bumi' karena memimpin kelompok pemberontak lalu dijatuhi hukuman mati pada 6 Desember.
Pada Minggu, situs peradilan Mizan Online menjelaskan Mahkamah Agung Iran sudah menguatkan putusan tersebut.
"Hukuman mati Habib Farajollah Chaab atas tuduhan korupsi di muka bumi... telah disetujui oleh Mahkamah Agung," lapor Mizan, diberitakan AFP.
Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom mengatakan pemerintahannya dan para diplomat di Teheren 'sedang bekerja intensif untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut' atas kasus Chaab.
"Hukuman mati adalah hukuman yang tidak manusiawi dan tidak dapat diubah dan Swedia, bersama dengan anggota Uni Eropa lainnya, mengutuk penggunaannya dalam segala situasi," kata Billstrom kepada AFP.
Mizan mengatakan Chaab dihukum karena 'pembentukan, pengelolaan dan kepemimpinan kelompok pemberontak yang disebut Harakat al-Nidal, dan rancangan serta pelaksanaan berbagai operasi teroris di provinsi Khuzestan.
Iran menuduh Harakat al-Nidal 'bekerja sama dengan kelompok teroris lain' termasuk dalam serangan 2018 terhadap parade militer di Ahvaz, ibu kota provinsi Khuzestan, yang menurut pihak berwenang menewaskan 26 orang dan melukai hampir 250 orang.
Chaab adalah orang terakhir yang dijatuhi hukuman mati atas keanggotaan Harakat al-Nidal, atau Geraan Perjuangan Arab untuk Pembebasan Ahvaz, yang dianggap Iran sebagai teroris.
Televisi pemerintah Iran telah menayangkan video Chaab di mana dia mengaku bertanggung jawab atas serangan parade militer 2018 dan mengaku bekerja sama dengan dinas intelijen Saudi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan