Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Perang Dunia 3 Disebut Makin Dekat, Ini Fakta Barunya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban menyebut adanya kemungkinan perang Rusia di Ukraina berubah menjadi konflik global yang semakin besar. Berbicara di Kossuth Radio milik negara, pemimpin Hongaria itu mengkritik negara-negara Barat dan menuduh sekutu Ukraina mempromosikan konflik karena kepentingan ekonomi.
"Dunia tidak pernah sedekat ini," kata Orban, dikutip Politico, Senin (13/3/2023). "Perang lokal berubah menjadi perang dunia... kemungkinan ini meningkat dari hari ke hari."
Tanpa memberikan bukti, Orban juga mengatakan bahwa mitra Kyiv dapat mengirim pasukan untuk membantu Ukraina, yang masih berperang melawan invasi besar-besaran Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami sangat dekat, menurut pendapat saya, untuk diajukan sebagai proposal serius bagi sekutu - tentara negara-negara yang bersekutu dengan Ukraina - untuk juga melintasi perbatasan," katanya.
Orban, yang telah membina hubungan dekat dengan Kremlin selama dekade terakhir, mendapat kecaman baik di dalam maupun luar negeri selama setahun terakhir karena mempromosikan perang Rusia.
Sementara pemerintah Hongaria berpendapat bahwa mereka menganjurkan gencatan senjata segera hanya karena memprioritaskan perdamaian di benua Eropa.
Dalam wawancara radionya, pemimpin Hongaria itu bersikeras bahwa posisinya sama dengan orang lain di seluruh dunia, yang menunjuk ke China, negara-negara Arab, dan Afrika.
"Ada Barat dan yang lainnya," pungkasnya.
Selain Orban, salah satu intelektual terkemuka Prancis, Emmanuel Todd juga menyebut Perang Dunia III (PD3) telah dimulai.
Antropolog sekaligus sejarawan itu juga mengklaim saat ini Barat sedang berada dalam konflik eksistensial atas Ukraina, bertentangan dengan gagasan bahwa Rusia memiliki lebih banyak kerugian daripada lawannya.
"Jelas bahwa konflik [Ukraina], yang dimulai sebagai perang teritorial terbatas dan meningkat menjadi konfrontasi ekonomi global antara seluruh Barat di satu sisi dan Rusia serta China di sisi lain, telah menjadi perang dunia," kata Todd dalam sebuah wawancara, seperti dikutip UnHerd.
Dia mengakui bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat kesalahan perhitungan pada awal konflik, dengan asumsi bahwa Ukraina akan berguling pada agresi pertama.
Namun ini memperjelas bahwa Rusia telah melampaui ekspektasi bahwa mereka akan mampu menahan tekanan ekonomi dari aliansi NATO.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2512 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun