Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tiktoker asal Italia Sebut Bali Dijual Murah Meriah: yang Datang ya Bule Kere
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Banyaknya warga asing atau bule yang melanggar hukum di Bali akhir-akhir ini menjadi polemik. Banyak yang menanggapi, bahkan salah satunya dari bule Italia yang fasih berbahasa Indonesia.
Bule yang merupakan Tiktoker @Ban Maxi melontarkan kritikan kepada pemerintah dan masyarakat sendiri dengan mengatakan bahwa Bali kini dijual murah meriah.
Hal inilah yang menyebabkan orang kulit putih memilih pindah ke Bali karena sanggup hidup dengan nyaman di Bali dengan biaya yang sangat terjangkau. Maka itulah, ia menyinggung kebijakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menjual Bali dengan murah menyebabkan banyak bule bermasalah di Pulau Dewata.
"Kenapa mereka orang putih putih itu memilih pindah ke Bali? Karena murah meriah mencret. Karena murah sekali, mereka pindah semuanya," paparnya seperti dibagikan akun TikTok @Bang Maxi yang dikutip, Jumat 24 Maret 2023.
"Kalau saya warga Negara Indonesia dan saya warga Bali, saya akan sangat-sangat malu. Karena pulau saya itu dijual murah ke kacung kampret. Nggak ada harga," jelasnya lagi.
"Jadi bule-bule yang kere di sana (di negerinya) dan nggak sanggup hidup. Mereka pindah ke Bali karena murah dan bisa makan nasi Jinggo Rp 5 ribu di jalan," ucapnya.
Bule yang sempat tinggal di Bali pun membandingkan. Bule kere tidak akan mungkin memilih tinggal di Singapura, Prancis, Jepang Amerika itu negara mahal.
Namun, dengan keunikan dan beragam keistimewaan daerah mahal tetap saja dikunjungi turis. Apalagi, Bali yang dikenal dengan keindahan alam dan budayanya.
"Tapi saya tidak tahu mengapa Bali dijual murah, yang datang ya bule kere. Bule kos-kosan. Welcome to Bali, karena saking murahnya loe bisa injek-injek orang lokal di sana. Mereka (Bule kere) cinta Bali karena murah, coba kalau Bali itu mahal?," sentil dia.
"Kalau saya jadi menteri pariwisata akan jual Bali mahal yang datang adalah orang intelek, orang mahal dan melestarikan juga itu pulau. Jangan cuma kos kosan aja atau hotel esek esek saja penuh. Saya nggak ngerti ya, kalau saya pemimpin negara ini dan menteri pariwisata saya akan sangat marah karena menginjak my country. Saya orang Italia, kalau negara saya dibilang murah saya marah. My country is beautiful country, tidak murah dan hanya orang-orang tertentu yang boleh masuk," tukasnya panjang lebar.
Banyak warganet dan publik Bali yang setuju dengan pernyataan Bule satu ini. Sebab, dengan bebas Visa dan VoA banyak bule kere yang berlibur di Bali dan akhirnya berulah. Bahkan, belakangan ini banyak bule yang menggelandang karena mengaku kehabisan bekal. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2505 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun