Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Ukraina Beberkan 262 Atlet Tewas Selama Agresi Militer Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Olahraga Ukraina, Vadym Huttsait, mengklaim sebanyak 262 atlet negara itu tewas dan 363 fasilitas olahraga hancur selama agresi militer Rusia.
Pernyataan itu terungkap saat Huttsait bertemu dengan Presiden Federasi Gymnastic Internasional, Morinari Watanabe, pada Sabtu (1/3).
Ia juga mengungkapkan tak ada atlet dari Rusia yang diizinkan berpartisipasi di Olimpiade atau ajang olahraga lain.
"Mereka semua mendukung perang dan menghadiri kegiatan yang mendukung perang ini," kata Huttsait dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs kepresidenan Ukraina, seperti dikutip Reuters.
Reuters tak bisa memverifikasi secara independen jumlah atlet Ukraina yang tewas atau berapa banyak fasilitas yang telah hancur.
Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) merekomendasikan pengembalian bertahap atlet Rusia dan Belarus ke kompetisi internasional sebagai pihak yang dianggap netral.
Namun, mereka belum memutuskan keikutsertaan atlet dari dua negara itu di Olimpiade Paris 2024.
Pekan lalu, Ukraina menyatakan tak akan mengizinkan atlet mereka bertanding di Olimpiade 2024, jika mereka bersaing dengan Rusia. IOC kemudian mengkritik pernyataan tersebut.
Setelah invasi besar-besaran Rusia ke negara tetangganya, sejumlah atlet tingkat nasional Ukraina mengangkat senjata secara sukarela untuk membela negara mereka.
Pada 2023 atlet Ukraina yang tewas di antaranya pemain skater Dmytro Sharpar, dan pemegang juara decathlon dan calon juara Olimpiade di masa depan, Volodymir Androshchuk. Sharpar ditewas saat ikut bertempur di Kota Bakhmut, area panas konflik belakangan ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1000 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli