Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Cina Murka Presiden Taiwan Temu Ketua DPR AS: Sakiti 1,4 Miliar Orang
beritabali.com/cnnindonesia.com/Cina Murka Presiden Taiwan Temu Ketua DPR AS: Sakiti 1,4 Miliar Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Cina memprotes rencana pertemuan antara Presiden Taiwan, Tsai Ing Wen, dan ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat, Kevin McCarthy, yang bakal digelar di California pada Rabu (5/4).
"[Pertemuan ini akan] menyakiti perasaan bangsa dengan 1,4 miliar rakyat Cina," ujar juru bicara kantor konsulat Cina di Los Angeles dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP.
Jubir itu juga menegaskan pertemuan Tsai dengan McCarthy itu merusak "fondasi politik relasi China-AS."
Pernyataan ini dirilis setelah McCarthy mengumumkan ia akan berjumpa dengan Tsai ketika presiden Taiwan itu singgah di AS dalam perjalanannya dari Guatemala ke Belize.
Taiwan memastikan pertemuan ini walau Cina sudah berulang kali memberikan peringatan. Ketika rumor pertemuan Tsai dan McCarthy kian santer pekan lalu, Duta Besar Cina untuk AS, Xu Xueyuan, pun mewanti-wanti.
Ia memperingatkan Negeri Paman Sam agar tak "bermain api lagi" seperti saat Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan saat masih menjabat sebagai ketua dewan perwakilan AS tahun lalu.
Xu juga menekankan AS berisiko memicu "konfrontasi serius" jika rencana itu benar-benar terlaksana. Ia juga tak peduli dengan dalih AS bahwa lawatan Tsai itu hanya "singgah" dan bukan kunjungan resmi.
"AS terus mengatakan bahwa singgah bukan kunjungan dan sebelumnya sudah pernah terjadi, tapi kita tidak boleh menggunakan kesalahan di masa lalu sebagai alasan untuk mengulanginya saat ini," tutur Xu.
Cina pun memperingatkan AS agar tak melupakan dasar hubungan kedua negara. AS memang menjalin relasi dengan Cina dengan catatan mereka mengakui prinsip "Satu Cina" yang terus digaungkan Beijing.
Berdasarkan prinsip itu, AS seharusnya hanya mengakui Cina, dan tak ada negara Taiwan. Sejak kedua negara membangun hubungan diplomatik, AS pun tak pernah secara terang-terangan membela Taiwan.
Namun, AS mulai terbuka memasang badan untuk Taiwan pada 2018, ketika mereka meneken Undang-Undang Relasi Taiwan (TRA).
Berdasarkan TRA, AS dapat menjalin hubungan dengan "rakyat Taiwan" dan pemerintahnya, tanpa menjelaskan secara spesifik pemerintahan yang dimaksud.
Sebagaimana dilansir Reuters, TRA juga menegaskan bahwa AS mau menjalin hubungan diplomatik dengan Cina atas dasar pemahaman bahwa "masa depan Taiwan" akan ditetapkan dengan damai.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun