Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Meranti Kena OTT KPK, Pernah Sebut Kemenkeu Iblis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Operasi tangkap tangan (OTT) KPK menangkap Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. Sosok Bupati Meranti Muhammad Adil pernah jadi perhatian publik di akhir 2022 lalu.
Salah satu yang jadi perhatian adalah Muhammad Adil yang melontarkan pernyataan kalau Kementerian Keuangan diisi oleh 'setan dan iblis'. Adil menyinggung soal pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi dari Kepulauan Meranti yang dinilai tidak sesuai.
Adil nyatanya juga pernah jadi perhatian Mendagri Tito Karnavian saat ada agenda Rapat Koordinasi di Riau, dan Adil jadi satu orang yang hadir. Alasannya, Adil tengah membahas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kepulauan Meranti.
Masih dalam lingkup DBH, Adil ternyata pernah mengancam angkat senjata dan pindah negara selain menyebut isi Kemenkeu iblis dan setan. Itu juga diikuti dengan usulan pencopotan izin pengeboran minyak di Kepulauan Meranti, karena menurutnya pembagiannya tidak adil.
Bupati Meranti Muhammad Adil membuat pernyataan yang menghebohkan dengan menyebut Kementerian Keuangan sebagai iblis dan setan.
Hal itu diungkapkan karena Muhammad Adil merasa kecewa dengan Kementerian Keuangan terkait Dana Bagi Hasil (DBH) yang dianggapnya tidak adil.
Dia mempertanyakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia, bertempat di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah Pekanbaru, Kamis (8/12/2022).
Muhammad Adil menjelaskan pada tahun 2022, Meranti menerima Dana Bagi Hasil sebesar Rp114 miliar dengan hitungan harga minyak 60 dollar AS per barel. Kemudian, dalam pembahasan APBD tahun 2023 sesuai pidato Presiden Jokowi, harga minyak dunia naik menjadi 100 dollar AS per barel.
"Tapi kenapa minyak kami bertambah, liftingnya naik, duitnya makin sedikit. Bagaimana perhitungan asumsinya, kok naiknya cuma Rp 700 juta," ungkap Bupati dikutip dari laman merantikab.go.id. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan