Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rusia Bentuk Pasukan Pemburu Tank, Lawan Senjata Barat di Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia tengah mempersiapkan dan melatih unit pasukan 'pemburu tank', untuk melawan kendaraan lapis baja modern yang diberikan negara-negara Barat untuk Ukraina.
Kepala pusat pelatihan militer Rusia, Evgeny Arifulin, mengungkapkan bahwa Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yunus-Bek Yevkurov telah memerintahkan pembentukan tim 'pemburu tank' ini.
"Ini adalah latihan sistemik berskala besar yang sedang kami kerjakan. Kami tahu semua kekuatan dan kelemahan (tank) dan melatih personel," kata Arifulin, dikutip dari Newsweek.
Arifulin menjelaskan, pasukan pemburu tank ini tengah dilatih dengan fokus untuk mempelajari cara menyerang kendaraan tempur negara Barat.
Dia juga mengklaim, pasukan Rusia telah mempelajari tank-tank Barat yang baru saja tiba di Ukraina, serta tank M1 Abrams yang diperkirakan akan dikirim pada musim gugur tahun ini.
Selain melatih unit anti-tank, para pasukan tersebut juga akan dipersenjatai dengan peluncur peluru kendali dan drone pengintai.
Direktur Pelaksana dari Special Operations Forces, Guy McCardle, mengatakan tank-tank Barat yang dikirim ke Ukraina dilengkapi dengan lapis baja reaktif dengan ekstra perlindungan.
Untuk menghadapi kendaraan militer Barat, pasukan pemburu tank akan diperlengkapi dengan persenjataan sistem anti-tank 9M133 Kornet.
Namun McCardle menilai, pengumuman publik tentang pasukan 'pemburu tank' lantaran Moskow sangat khawatir dengan tank yang dikirim Barat ke Ukraina.
Sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 lalu, pejabat pemerintah Rusia sudah mengingatkan negara-negara Barat bahwa memasok senjata seperti tank ke Kiev, dapat mengakibatkan eskalasi konflik.
Ukraina baru menerima dua tank Challenger dari Inggris, dua tank Leopard dari Jerman, truk lapis baja Cougar, dan kendaraan tempur Stryker dari Amerika Serikat.
Pasukan Kiev juga diperkirakan akan memperoleh tank Abrams dari AS akhir tahun ini. Maret lalu,AS mengumumkan akan mengirim tank model M1-A1 yang lebih tua, karena tank versi baru butuh waktu satu tahun atau lebih untuk tiba di medan perang.
Secara terbuka, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mengucapkan terima kasih kepada sekutu Barat, karena telah memasok tank. Zelensky memastikan Ukraina akan membentuk pasukan tank yang lebih kuat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan