Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pemerintah Resmi Tetapkan Hari Raya Idul Fitri 1444 H Pada Sabtu 22 April
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Posisi hilal yang terpantau di beberapa wilayah Indonesia sampai hari ini belum memenuhi kriteria dalam penentuan 1 Syawal 1444 H atau Lebaran Idul Fitri 2023, sehingga Idul Fitri 1444 H ditetapkan pada Sabtu, 22 April 2023.
Hal ini diungkapkan Kementerian Agama (Kemenag) dalam Sidang Isbat Penentuan Lebaran Idul Fitri 2023 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2023).
"Hilal tidak memenuhi kriteria penentuan 1 Syawal, sehingga Idul Fitri 1444 H jatuh pada hari Sabtu 22 April 2023," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Maka dari itu, diharapkan semua umat Islam di Indonesia saling menghargai perbedaan perayaan Idul Fitri tahun ini.
Sebelumnya, Anggota Tim Hisab Rukyatul Hisab Kemenag, Ing Khafid menyampaikan bahwa pemerintah memantau posisi hilal di wilayah Indonesia Timur, Merauke atau Jayapura sampai Sabang titik nol Indonesia. Dari data yang diterima di wilayah itu, sangat kecil kemungkinan Hari Raya Lebaran 2023 jatuh pada Jumat 21 April besok.
"Tetapi kalau bicara scientific alasan ilmiah prediksinya hari Sabtu," tutur dia. (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2930 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun