Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Bule Aktivis Lingkungan di Bali Sulap Sampah Plastik Jadi Rumah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aktivis lingkungan di Bali Gary Bencheghib, menyulap 35 ribu kantong plastik yang bersumber dari sungai-sungai yang tercemar untuk dijadikan rumah mungil seluas 12 meter persegi yang dia tempati saat ini.
Interior dan furnitur di dalam rumah, seperti rangka tempat tidur dan lemari dapur, juga seluruhnya terbuat dari limbah gelas plastik dan sedotan.
Pria berusia 28 tahun asal Prancis itu memulai gerakan "Sungai Watch" untuk membersihkan sungai yang tersumbat, pantai yang kotor, dan tempat pembuangan sampah ilegal di sekitar Bali dan Jawa selama dua tahun terakhir dalam upaya menghentikan sampah masuk ke laut.
Setelah menyelesaikan rumah pertamanya yang terbuat dari plastik daur ulang, Bencheghib ingin mengembangkan lebih lanjut model rumah tersebut dan memproduksinya secara massal untuk korban bencana alam.
Sudah Tinggal di Bali 20 Tahun
Gary mengatakan bahwa Bali merupakan tempat dia dibesarkan sejak umur 7 tahun.
Sejak tahun 2020, Gary bersama dengan saudaranya, Kelly dan Sam, mendirikan Sungai Watch yang sekarang memiliki 55 orang anggota yang disebut pejuang sungai (river warriors). Mereka bekerja setiap hari untuk mencegah mengalirnya polusi sampah plastik ke laut.
"Saya sudah menyaksikan sendiri selama bertahun-tahun situasi semakin memburuk, dengan sampah plastik berserakan di pantai-pantai di Bali ketika musim hujan," katanya dilansir dari ABC.
Menurutnya, mereka sekarang akan meningkatkan kegiatan dengan berusaha membersihkan 1.000 sungai paling kotor di Indonesia dan juga melakukan proyek yang sama di berbagai bagian dunia lain.
Dalam kegiatan pembersihan sampah plastik di sungai, Gary mengatakan salah satu hal yang mereka lakukan adalah memasang penangkal yang bisa menjaring sampah-sampah plastik.
Misi mereka yang lain adalah memasang 1.000 penangkal sampah tersebut di tahun 2023. Sekarang ini tiap harinya para relawan Sungai Watch mengumpulkan sekitar 2 ton sampah plastik dari berbagai sungai. (sumber: berbagai sumber)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli