Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Makin Tegang dengan NATO, Rusia Simulasi Perang di Laut Jepang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kapal perusak anti-kapal selam Rusia Admiral Tributs akan melakukan simulasi perang di Laut Jepang atau Laut Timur yang melibatkan objek tiruan musuh.
Latihan itu diungkap oleh kantor berita Rusia, Interfax pada Senin (24/4) mengutip layanan pers Armada Pasifik Rusia.
"Di Laut Jepang, kapal Admiral Tributs akan melakukan latihan antikapal selam sesuai dengan rencana latihan tempur armada," kata layanan pers tersebut.
Dikutip Reuters, sebagai bagian dari latihan, awak kapal akan bekerja sama dengan helikopter angkatan laut untuk mencari kapal selam tiruan musuh, serta melakukan latihan tempur dengan torpedo.
Kapal Admiral Tributs diluncurkan pertama kali oleh Rusia pada 1983. Kapal itu selama ini bertugas di Armada Pasifik Rusia.
Latihan militer ini berlangsung setelah baru-baru ini Rusia dibuat geram lagi dengan pernyataan Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) akhir pekan lalu.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengklaim semua anggota telah sepakat Ukraina pada akhirnya akan bergabung dengan aliansi itu usai invasi Rusia berakhir.
Stoltenberg baru-baru ini juga mengunjungi Kyiv, Ukraina, dan menegaskan dukungan aliansi itu untuk negara eks Uni Soviet itu dalam menghadapi gempuran Rusia.
Rusia pun mengeluarkan peringatan keras usai pernyataan NATO itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan rencana tersebut sangat "berbahaya". Ia pun menegaskan langkah itu bisa menyebabkan 'kiamat' bagi aliansi militer Eropa.
"Pernyataan [mengenai rencana Ukraina bergabung dengan NATO] semacam itu picik dan benar-benar berbahaya. Ini dapat menyebabkan akhir dan keruntuhan bagi sistem keamanan Eropa," kata Zakharova, Jumat (21/4).
Zakharova menuding NATO berusaha mengompori Ukraina untuk mengalahkan Rusia dengan mengiming-imingi Kyiv bisa bergabung ke dalam aliansi setelah perang berakhir.
"NATO menetapkan tujuan untuk 'mengalahkan' Rusia di Ukraina, dan untuk memotivasi Kyiv, NATO berjanji bahwa setelah berakhirnya konflik, negara itu bisa diterima ke dalam aliansi," ujarnya seperti dikutip CNN.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5969 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2302 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan